Modern
Modern
Home
»
Nasional
»
Detail Berita


Akar Filosofis Ngopeni Ngelakoni dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Tengah

Foto: Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Istimewa)
Modern
Oleh : Joko Yuwono

Dengan demikian, filosofi “ngopeni ngelakoni” melampaui sekadar ungkapan; ia merupakan pandangan dunia yang telah diinternalisasi oleh masyarakat Jawa selama berabad-abad.

Relevansi filosofi ini semakin penting ketika diterapkan dalam konteks pembangunan Jawa Tengah. Provinsi ini berada dalam fase penting dalam perjalanan pembangunannya, yakni antara menjaga kekuatan sosial budaya serta mengejar akselerasi ekonomi dan modernisasi. Dengan jumlah penduduk besar, tingginya dinamika urbanisasi, pertumbuhan industri, dan tantangan ketimpangan wilayah, Jawa Tengah membutuhkan prinsip pembangunan yang tidak hanya mengandalkan indikator ekonomi, tetapi juga nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Di sinilah filosofi ngopeni ngelakoni mendapatkan aktualisasinya.

Ketika jargon ini diangkat sebagai arah pembangunan Jawa Tengah, ia bukan sekadar menjadi slogan atau citra komunikasi publik. Ngopeni ngelakoni menjadi prinsip etis sekaligus operasional. Dari segi ngopeni, pemerintah menegaskan pentingnya pelayanan publik yang mengutamakan manusia, menjaga kesejahteraan kelompok rentan, merawat lingkungan, serta memelihara nilai-nilai sosial budaya. Dari segi ngelakoni, pemerintah menegaskan komitmen untuk menghadirkan kerja nyata, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, mendorong produktivitas UMKM, serta memastikan bahwa setiap rencana pembangunan benar-benar dilaksanakan.

Kekuatan jargon ini terletak pada kemampuannya menjembatani nilai budaya dan pembangunan modern. Ia mampu menyerap berbagai sektor dan peran: dari seorang guru yang mengopeni muridnya sambil ngelakoni tugas profesional; petani yang mengopeni tanah sambil ngelakoni inovasi pertanian; hingga birokrat yang mengopeni masyarakat sembari ngelakoni reformasi birokrasi. Filosofi ini begitu fleksibel, sehingga dapat hidup dalam dinamika sosial masyarakat Jawa Tengah tanpa kehilangan esensinya.

Dalam kajian antropologi dan politik Jawa, banyak peneliti menekankan bahwa tata nilai, tata sosial, dan tata laku menjadi pilar budaya Jawa yang membentuk orientasi masyarakat terhadap harmoni dan keseimbangan. Prinsip ngopeni ngelakoni adalah pengejawantahan dari ketiga pilar tersebut. Nilai ini menyeimbangkan peran manusia sebagai pelindung, pelaku, dan pewujud kehidupan bersama. Koentjaraningrat menegaskan bahwa masyarakat Jawa menempatkan hubungan antarmanusia dan keseimbangan sosial sebagai bagian paling fundamental dari struktur budaya mereka.

Karena itu, ketika prinsip ini dibawa ke ranah pembangunan daerah, ia tidak terasa asing, melainkan sangat kontekstual. Pemahaman mengenai akar filosofi “ngopeni ngelakoni” sebagai dasar untuk membaca arah pembangunan Jawa Tengah ke depan. Ia berfungsi sebagai fondasi konseptual bagi pembahasan di bagian berikutnya, yang akan menelusuri bagaimana nilai ini hidup dalam keseharian masyarakat serta bagaimana ia dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang efektif dan manusiawi.



Halaman :

Kata Kunci : Filosofi Ngopeni Nglakoni slogan terbaru Provinsi Jawa Tengah era Ahmad Luthfi

Sorotan


Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat

Daerah

MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from Exploitation

Daerah

Workshop MARINA Talks: Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) Migran Asal Jawa Tengah dari Praktik Eksploitasi

Daerah

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Termometer Digital: Solusi Tepat Jaga Kualitas Gula Aren oleh Mahasiswa Kemendiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Saringan Nylon, Solusi Jaga Kebersihan dan Mutu Gula Aren

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Tentang Restorasi Mikro Guna Mendukung Program SDGs 13 dan 15

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Kebersihan di Rumah Produksi Gula Aren untuk Mendukung SDGs 3 dan 6

Daerah

Edukasi Pajak Pertambahan Nilai Kepada Remaja Masjid di Dukuh Tumbrep Batang melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa Undip Tanamkan Kesadaran Pajak Hiburan pada Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Remaja tentang Pentingnya Investasi di Era Digital melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Program “SADAR” untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua