Di tingkat paling kecil, ngopeni dimulai dari rumah. Dalam banyak literatur etnografi, rumah tangga Jawa digambarkan sebagai unit sosial di mana relasi antaranggotanya dibangun atas dasar keselarasan, rasa, dan perhatian yang konstan.
Hildred Geertz menegaskan bahwa keluarga Jawa menempatkan “perawatan emosional dan harmoni hubungan” sebagai unsur inti dalam pembentukan karakter anak.
Ibu, sebagai figur sentral dalam pengasuhan, menjalankan ngopeni bukan hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi melalui komunikasi halus, penanaman rasa andhap-asor, dan teladan dalam menjaga keseimbangan emosi.
Dengan demikian, ngopeni berperan sebagai mekanisme transmisi nilai antargenerasi.
Perhatian yang sama juga diterapkan dalam relasi antara anak dan orang tua. Dalam masyarakat Jawa, penghormatan terhadap orang tua bukan sekadar norma moral, melainkan praktik ngopeni yang memiliki dimensi spiritual.
Anak yang berbakti kepada orang tua dianggap menjalankan keseimbangan kosmologis antara masa lalu, masa kini, dan masa depan keluarga.
Kata Kunci : Implementasi Filosofi Ngopeni Ngelakoni dalam Praktik Sosial Masyarakat Jawa Tengah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
13 Nov 2025, 14:03 WIB
13 Nov 2025, 12:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:34 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:18 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 8:58 WIB
Gojapan
08 Nov 2025, 12:58 WIB
Daerah
09 Okt 2025, 19:44 WIB
Daerah
26 Sep 2025, 12:19 WIB
Daerah
08 Sep 2025, 18:21 WIB
Daerah
08 Sep 2025, 18:15 WIB
Daerah
07 Sep 2025, 14:26 WIB
Daerah
07 Sep 2025, 13:17 WIB