Desa Rowoboni dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki keterikatan erat dengan ekosistem Rawa Pening. Keberadaan rawa tersebut tidak hanya berperan sebagai sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan potensi besar di sektor pariwisata berbasis alam. Namun demikian, kondisi yang ada di lapangan menunjukkan ketimpangan dalam sisi perkembangan infrastruktur sebagai pusat destinasi wisata antara wilayah Rowoboni Timur dan Rowoboni Barat.
Pada kenyataannya kawasan Desa Rowoboni Barat memiliki kualitas visual lanskap yang sangat menarik, didukung oleh panorama rawa yang luas memukau, sumber mata air alami yang jernih, serta kehidupan sosial budaya masyarakat yang masih terjaga. Melihat potensi tersebut, tim mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berinisiatif untuk merancang sebuah konsep pengembangan kawasan wisata yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonominya saja, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Tantangan utama terletak pada status lahan yang termasuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga proses pengembangan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak fungsi ekologis lahan basah yang ada. Maka pendekatan desain yang diusulkan menekankan pada prinsip pembangunan adaptif sesuai kondisi lingkungan. Sebagai dasar perancangan, mahasiswa KKN merumuskan sebuah konsep yang bernama ARUS atau Aktivitas Rawa sebagai Upaya Penguatan Ekonomi dan Sustainability.
Konsep ini mengintegrasikan 4 aspek utama, yaitu penguatan ekonomi lokal lewat pemberdayaan pelaku UMKM, pelestarian ekosistem rawa dengan pendekatan desain non-destruktif, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan, serta pembangunan sistem desa wisata berkelanjutan. Harapannya tak hanya sebagai sarana rekreasi, melainkan ekonomi setempat meningkat. Alhasil dilakukan pendekatan arsitektur berupa elevated platform atau struktur bangunan panggung yang ditinggikan dari permukaan tanah.
Pemilihan sistem ini sebagai solusi guna meminimalisir dampak terhadap ekosistem yang berada di bawahnya. Dengan struktur yang terangkat, sirkulasi air alami akan tetap terjaga, vegetasi rawa tidak terganggu, serta risiko perubahan struktur tanah akibat pengurukan dapat terhindar. Pendekatan ini juga memungkinkan pengunjung dapat menikmati hasil dari panorama Rawa Pening dari berbagai sudut pandang yang lebih luas tanpa harus merusak karakter alami kawasan setempat, supaya keasrian alamnya tetap terjaga dengan baik.
Metode yang digunakan ialah perancangan konsultatif, di mana perangkat desa berperan sebagai pihak yang memberikan arahan dan kebutuhan pembangunan, sementara tim KKN bertindak sebagai perancang teknis yang menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bentuk desain kawasan. Proses ini diawali dengan tahap konsultasi dan briefing bersama perangkat desa untuk memahami visi pengembangan wisata di Rowoboni Barat. Selanjutnya, tim mahasiswa mengembangkan konsep desain yang dituangkan dalam bentuk program ruang, siteplan kawasan, serta visualisasi tiga dimensi.
Kata Kunci : GoJateng adalah media pemberitaan online seputar Jawa Tengah dalam perspektif bisnis, ekonomi, politik, edukasi, kesehatan, sosial, budaya, dan pariwisata
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB