Tahap akhir dari kegiatan ini adalah monitoring dan evaluasi desain melalui presentasi langsung kepada perangkat desa untuk memperoleh masukan serta memastikan bahwa rancangan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan identitas lokal masyarakat. Hasil dari kegiatan ini berupa dokumen masterplan kawasan wisata Rowoboni Barat yang komprehensif dan terstruktur. Dalam perancangan tersebut, kawasan wisata akan dibagi ke dalam beberapa zona utama yang saling terintegrasi.
Salah satu fasilitas utama yakni foodcourt dan communal space, area ini dirancang guna menampung berbagai tenant kuliner lokal sehingga dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM desa dalam memasarkan produk mereka sekaligus sebagai ruang berkumpulnya pengunjung. Secara arsitektural, desain bangunan di tempat ini dibuat berbentuk sirkular agar pengunjung setempat dapat menikmati panorama alam dari berbagai arah, sekaligus menciptakan suasana ruang yang terbuka dan interaktif tanpa harus terganggu.
Selain itu, pada pintu masuknya dirancang zona lobby dan galeri showcase UMKM yang berfungsi sebagai ruang promosi produk unggulan masyarakat desa, ditempatkan di sini guna memperkenalkan identitas desa kepada pengunjung sejak awal memasuki kawasan wisata. Melalui ruang galeri tersebut, wisatawan dapat mengenal berbagai produk lokal, kerajinan masyarakat, serta potensi budaya yang dimiliki oleh Desa Rowoboni. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat branding desa wisata sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Sejalan dengan tempat wisata berbasis alam, kawasan ini akan dilengkapi dengan jalur sirkulasi berupa jembatan elevated yang membentang di atas area rawa. Jalur ini memungkinkan pengunjung berjalan menyusuri kawasan sambil menikmati pemandangan Rawa Pening secara langsung. Di beberapa titik strategis sepanjang jalur, ditempatkan gazebo yang berfungsi sebagai ruang istirahat sekaligus titik observasi lanskap. Kehadiran gazebo ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati suasana alam dengan lebih nyaman tanpa harus memasuki area rawa secara langsung.
Beberapa analisis dilakukan seperti kapasitas ruang yang terukur, di mulai dari area foodcourt, gazebo, hingga jalur sirkulasi, dirancang dengan mempertimbangkan standar luas ruang per orang agar aktivitas wisata dapat berlangsung dengan nyaman dan tidak menimbulkan kepadatan berlebih. Pengaturan kapasitas ini sangatlah penting dan pastinya telah melewati berbagai pertimbangan lainnya guna menjaga keamanan struktur elevated platform serta menghindari tekanan di luar batas pada kawasan yang pada kenyataannya memiliki karakteristik hidrologis aktif.
Tak kalah menarik, mahasiswa KKN Undip berhasil memecahkan masalah dengan solusi inovatif yakni menciptakan konsep pengembangan kawasan wisata menarik dengan mempertimbangkan aspek ekologis dan sosial masyarakat sehingga mampu mengoptimalkan potensi Rawa Pening. Di balik itu, integrasi fasilitas ekonomi seperti pengadaan foodcourt maupun galeri UMKM rupanya membuka peluang baru bagi masyarakat setempat untuk dapat meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.
Kata Kunci : GoJateng adalah media pemberitaan online seputar Jawa Tengah dalam perspektif bisnis, ekonomi, politik, edukasi, kesehatan, sosial, budaya, dan pariwisata
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB