Kegiatan ini ditujukkan bagi Ibu-Ibu PKK induk Desa Pugeran sebagai bagian dari strategi edukasi masyarakat untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Pemilihan topik sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam dan kondisi lingkungan di Desa Pugeran.
Desa Pugeran memiliki banyak tumbuhan pepaya, yang daunnya memiliki potensi untuk diolah menjadi bioherbisida yang merupakan pestisida nabati yang memanfaatkan bahan alami untuk membasmi gulma tanpa meninggalkan residu kimia.
Selain itu, limbah organik rumah tangga yang kerap terbuang, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biostimulan, yakni zat yang bermanfaat merangsang pertumbuhan tanaman.
Kemudian, penerapan teknologi biopori, yang merupakan lubang vertikal di tanah, berpotensi memaksimalkan resapan air dan memperbaiki struktur tanah, serta dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi genangan air.
Acara dibuka dengan menyanyikan Mars PKK dan sambutan dari Ibu Kepala Desa Pugeran yang menekankan urgensi inovasi ramah lingkungan dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus kelestarian ekosistem desa.
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Pertanian Ramah Lingkungan, Bioherbisida, Biostimulan, Biopori
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB