Kegiatan ini ditujukkan bagi Ibu-Ibu PKK induk Desa Pugeran sebagai bagian dari strategi edukasi masyarakat untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Pemilihan topik sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam dan kondisi lingkungan di Desa Pugeran.
Desa Pugeran memiliki banyak tumbuhan pepaya, yang daunnya memiliki potensi untuk diolah menjadi bioherbisida yang merupakan pestisida nabati yang memanfaatkan bahan alami untuk membasmi gulma tanpa meninggalkan residu kimia.
Selain itu, limbah organik rumah tangga yang kerap terbuang, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biostimulan, yakni zat yang bermanfaat merangsang pertumbuhan tanaman.
Kemudian, penerapan teknologi biopori, yang merupakan lubang vertikal di tanah, berpotensi memaksimalkan resapan air dan memperbaiki struktur tanah, serta dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi genangan air.
Acara dibuka dengan menyanyikan Mars PKK dan sambutan dari Ibu Kepala Desa Pugeran yang menekankan urgensi inovasi ramah lingkungan dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus kelestarian ekosistem desa.
Sesi berikutnya dilanjut dengan pemaparan materi oleh tiga narasumber dari Kelompok 4 KKN-T Undip Tim 146 diantaranya Anisa Hana Pertiwi (Biologi, FSM) yang memaparkan materi tentang bioherbisida, Nanda Indarwati (Biologi, FSM) yang memaparkan materi tentang biostimulan, dan Silvia Saharani (Ilmu Kelautan, FPIK) yang memaparkan materi tentang biopori secara sederhana sehingga dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat.
Untuk mendukung pemahaman peserta, kelompok 4 juga membagikan leaflet informatif yang dirancang secara kolaboratif lintas disiplin ilmu dan disusun oleh Davind Agil (Ilmu Perpustakaan, FIB).
Leaflet tersebut memuat penjelasan umum mengenai produk bioherbisida, biostimulan, dan biopori yang disusun oleh mahasiswa Biologi dan Ilmu Kelautan;
Uraian mengenai relevansi program terhadap ketahanan pangan serta keterkaitannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditulis oleh Arini Emmanuella Riswanti (Hubungan Internasional, FISIP);
Pembahasan aspek hukum dan regulasi terkait penggunaan bioherbisida dan biostimulan oleh Muhammad Keisar Raditya (Hukum, FH);
Analisis perbandingan efektivitas produk alami dan kimia oleh Riska nur Fauziah (Matematika, FSM);
serta Fitur kode QR yang berisi e-book dan video tutorial pembuatan produk yang dikembangkan oleh Lucky Barga (Teknik Komputer, FT) dan Dhia Shofi (Psikologi, FPsi).
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta mengajukan pertanyaan seputar durasi penggunaan bioherbisida dan biostimulan, komposisi bahan, hingga cara penyimpanan yang tepat.
Tidak hanya itu, beberapa Ibu PKK juga membagikan pengalaman mereka dalam membuat dan menggunakan produk serupa, sehingga diskusi menjadi lebih kaya akan praktik nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa kelompok 4 KKN-T UNDIP Tim 146 berharap pengetahuan yang dibagikan dapat mendorong masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka.
Inovasi sederhana seperti bioherbisida, biostimulan, dan biopori dinilai mampu menjadi solusi ramah lingkungan yang murah, mudah, dan efektif untuk menjaga pertanian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.
Penulis:
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Pertanian Ramah Lingkungan, Bioherbisida, Biostimulan, Biopori
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB