Modern
Modern
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Stunting Harus Dicegah Meski Kasusnya Rendah: Kolaborasi Kader, PKK, dan Mahasiswa KKN-T 114 UNDIP di Kelurahan Kramas

Foto: Kegiatan Multidisiplin 1 Kelompok 2 KKN-T 114 (Dokumentasi KKN-T 114 Kelompok 2)
Modern
Oleh : Reporter Kampus

Semarang, Gojateng.com — Meski angka kasus stunting di Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, tergolong rendah, pencegahan tetap menjadi prioritas utama.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2022 dan 2023 hanya terdapat satu balita stunting di wilayah ini.

Namun, pemerintah kelurahan bersama kader dan PKK tetap menjalankan program berkelanjutan untuk memastikan kasus tersebut tidak meningkat.

Upaya ini meliputi pemantauan rutin di Posyandu, pelatihan gizi untuk kader, dan edukasi kesehatan balita.

Kader dibekali pengetahuan tentang gizi seimbang, pembuatan makanan tambahan bergizi, pentingnya ASI eksklusif, imunisasi, dan sanitasi lingkungan.

Hasilnya, kesadaran orang tua meningkat, kunjungan Posyandu bertambah, dan keterlibatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak semakin aktif.

Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN-T 114 UNDIP

Sebagai dukungan tambahan, mahasiswa KKN-T 114 Universitas Diponegoro (UNDIP) hadir dengan tema “Pencegahan Dampak Buruk Stunting melalui Penguatan Kesehatan Ibu dan Keluarga” yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pada 4 Juli 2025, mahasiswa bersama kader PKK RW 02 mengadakan program Diversifikasi Pangan Lokal dan Kelas Membuat Jamu.

Sebelumnya, pada 22 Juni 2025, mereka menggelar kegiatan edukatif multidisiplin di rumah Ketua RW 02, melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.

Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal

Kegiatan dibuka oleh Dytha Adhila (Prodi Keperawatan) yang menjelaskan stunting dan pemenuhan gizi anak dengan metode peer education.

Peserta diuji pengetahuannya melalui kuis dan tanya jawab, memastikan kader memahami konsep gizi seimbang berbasis pangan lokal.

Oktaviana Rachma Wulandari (Prodi Gizi) melanjutkan dengan sesi diversifikasi pangan lokal, memperkenalkan resep cendol ubi ungu dan kroket kentang kelor isi ikan kembung.

  • Cendol ubi ungu: kaya antosianin sebagai antioksidan, sumber energi dari karbohidrat kompleks, dan disukai anak-anak.
  • Kroket kentang kelor isi ikan kembung: padat gizi, mengandung protein, omega-3, vitamin A, dan zat besi.

Resep kedua menu tersebut juga dibagikan dalam bentuk video tutorial.

Pelatihan Hidroponik dan Pemanfaatan TOGA

Hemas Purwaning Dyah (Prodi Agribisnis) memperkenalkan hidroponik sederhana berbasis wick system menggunakan galon bekas.

Peserta diajarkan pembibitan, pemilihan tanaman, dan perawatan. Tujuannya adalah mendukung kemandirian pangan keluarga di lahan terbatas.

Hesti Wikaningtyas (Prodi Gizi) memberikan edukasi manfaat jamu tradisional berbasis tanaman obat keluarga (TOGA).

Permainan “TOGA Sticker Games” mempermudah peserta mengenali jenis tanaman obat, dilengkapi booklet resep jamu bergizi.

Keysa Andinar (Prodi Matematika) menambahkan perspektif ilmiah melalui graf teori untuk memilih kombinasi jamu yang aman.

Sementara Nafiri Damai Hati (Prodi Antropologi Sosial) menekankan pentingnya melestarikan budaya meracik jamu sebagai identitas lokal sekaligus peluang usaha mikro.

Penguatan Ekonomi dan Legalitas Produk

Nadea Rosa (Prodi Akuntansi Perpajakan) mengajarkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), dan laba bersih menggunakan template Excel sederhana.

Husnul Irsyad (Prodi Ekonomi Islam) memaparkan cara mengecek kehalalan dan legalitas produk jamu melalui BPOM, aplikasi Si Halal, dan LPPOM MUI.

Edukasi ini penting untuk mendukung keamanan produk jika dikembangkan menjadi UMKM.

Analisis Kebijakan dan Peran Stakeholders

Muhammad Salman Alfarisi (Prodi Administrasi Publik) mengajarkan teknik analisis kebijakan sederhana untuk merancang program berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia juga memaparkan peran stakeholders dalam keberhasilan penurunan prevalensi stunting Kota Semarang menjadi 10,4% pada 2022, melampaui target nasional 14% dan provinsi 20,8%.

Stakeholders tersebut mencakup:

  • Primer: Masyarakat, Posyandu, Puskesmas, PKK.
  • Sekunder: Tanoto Foundation, Angkasa Pura, PPJI.
  • Kunci: Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang.

Kader PKK menjadi ujung tombak program, berperan dalam edukasi sadar gizi, pola asuh tepat, dan mendorong perilaku hidup sehat.

Harapan Ke Depan

Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader, PKK, dan mahasiswa KKN-T 114 UNDIP ini diharapkan menjadi model pencegahan stunting yang berkelanjutan.

Dengan penguatan kapasitas kader dan pemanfaatan potensi lokal, Kelurahan Kramas membuktikan bahwa pencegahan bisa dilakukan sejak dini, bahkan ketika angka kasus masih rendah. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : kelurahan kramas, semarang, kknt undip, stunting, posyandu, PKK

Sorotan


Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat

Daerah

MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from Exploitation

Daerah

Workshop MARINA Talks: Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) Migran Asal Jawa Tengah dari Praktik Eksploitasi

Daerah

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Termometer Digital: Solusi Tepat Jaga Kualitas Gula Aren oleh Mahasiswa Kemendiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Saringan Nylon, Solusi Jaga Kebersihan dan Mutu Gula Aren

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Tentang Restorasi Mikro Guna Mendukung Program SDGs 13 dan 15

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Kebersihan di Rumah Produksi Gula Aren untuk Mendukung SDGs 3 dan 6

Daerah

Edukasi Pajak Pertambahan Nilai Kepada Remaja Masjid di Dukuh Tumbrep Batang melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa Undip Tanamkan Kesadaran Pajak Hiburan pada Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Remaja tentang Pentingnya Investasi di Era Digital melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Program “SADAR” untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua