Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2022 dan 2023 hanya terdapat satu balita stunting di wilayah ini.
Namun, pemerintah kelurahan bersama kader dan PKK tetap menjalankan program berkelanjutan untuk memastikan kasus tersebut tidak meningkat.
Upaya ini meliputi pemantauan rutin di Posyandu, pelatihan gizi untuk kader, dan edukasi kesehatan balita.
Kader dibekali pengetahuan tentang gizi seimbang, pembuatan makanan tambahan bergizi, pentingnya ASI eksklusif, imunisasi, dan sanitasi lingkungan.
Hasilnya, kesadaran orang tua meningkat, kunjungan Posyandu bertambah, dan keterlibatan dalam pemantauan tumbuh kembang anak semakin aktif.
Sebagai dukungan tambahan, mahasiswa KKN-T 114 Universitas Diponegoro (UNDIP) hadir dengan tema “Pencegahan Dampak Buruk Stunting melalui Penguatan Kesehatan Ibu dan Keluarga” yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pada 4 Juli 2025, mahasiswa bersama kader PKK RW 02 mengadakan program Diversifikasi Pangan Lokal dan Kelas Membuat Jamu.
Sebelumnya, pada 22 Juni 2025, mereka menggelar kegiatan edukatif multidisiplin di rumah Ketua RW 02, melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Kegiatan dibuka oleh Dytha Adhila (Prodi Keperawatan) yang menjelaskan stunting dan pemenuhan gizi anak dengan metode peer education.
Peserta diuji pengetahuannya melalui kuis dan tanya jawab, memastikan kader memahami konsep gizi seimbang berbasis pangan lokal.
Oktaviana Rachma Wulandari (Prodi Gizi) melanjutkan dengan sesi diversifikasi pangan lokal, memperkenalkan resep cendol ubi ungu dan kroket kentang kelor isi ikan kembung.
Resep kedua menu tersebut juga dibagikan dalam bentuk video tutorial.
Hemas Purwaning Dyah (Prodi Agribisnis) memperkenalkan hidroponik sederhana berbasis wick system menggunakan galon bekas.
Peserta diajarkan pembibitan, pemilihan tanaman, dan perawatan. Tujuannya adalah mendukung kemandirian pangan keluarga di lahan terbatas.
Hesti Wikaningtyas (Prodi Gizi) memberikan edukasi manfaat jamu tradisional berbasis tanaman obat keluarga (TOGA).
Permainan “TOGA Sticker Games” mempermudah peserta mengenali jenis tanaman obat, dilengkapi booklet resep jamu bergizi.
Keysa Andinar (Prodi Matematika) menambahkan perspektif ilmiah melalui graf teori untuk memilih kombinasi jamu yang aman.
Sementara Nafiri Damai Hati (Prodi Antropologi Sosial) menekankan pentingnya melestarikan budaya meracik jamu sebagai identitas lokal sekaligus peluang usaha mikro.
Nadea Rosa (Prodi Akuntansi Perpajakan) mengajarkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), dan laba bersih menggunakan template Excel sederhana.
Husnul Irsyad (Prodi Ekonomi Islam) memaparkan cara mengecek kehalalan dan legalitas produk jamu melalui BPOM, aplikasi Si Halal, dan LPPOM MUI.
Edukasi ini penting untuk mendukung keamanan produk jika dikembangkan menjadi UMKM.
Muhammad Salman Alfarisi (Prodi Administrasi Publik) mengajarkan teknik analisis kebijakan sederhana untuk merancang program berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia juga memaparkan peran stakeholders dalam keberhasilan penurunan prevalensi stunting Kota Semarang menjadi 10,4% pada 2022, melampaui target nasional 14% dan provinsi 20,8%.
Stakeholders tersebut mencakup:
Kader PKK menjadi ujung tombak program, berperan dalam edukasi sadar gizi, pola asuh tepat, dan mendorong perilaku hidup sehat.
Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader, PKK, dan mahasiswa KKN-T 114 UNDIP ini diharapkan menjadi model pencegahan stunting yang berkelanjutan.
Dengan penguatan kapasitas kader dan pemanfaatan potensi lokal, Kelurahan Kramas membuktikan bahwa pencegahan bisa dilakukan sejak dini, bahkan ketika angka kasus masih rendah. (*)
Kata Kunci : kelurahan kramas, semarang, kknt undip, stunting, posyandu, PKK
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB