Pencapaian ini menempatkan Andika-Hendi jauh di depan pesaing mereka, pasangan Achmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, yang hanya meraih 31,4% dalam simulasi tertutup.
Survei ini dilakukan terhadap 1.100 responden di 29 kabupaten dan 6 kota di Jawa Tengah antara 27 Agustus hingga 3 September 2024.
Faktor Pendorong Elektabilitas
Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya elektabilitas Andika-Hendi. Salah satunya adalah latar belakang karier yang kuat dari kedua calon.
Andika Perkasa, mantan Panglima TNI, dianggap sebagai sosok tegas dan berwawasan luas, khususnya dalam bidang keamanan dan pertahanan.
Dalam beberapa kesempatan, Andika menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi untuk mencapai pembangunan yang lebih berkelanjutan di Jawa Tengah.
Sementara itu, Hendrar Prihadi, yang lebih dikenal sebagai Hendi, memiliki rekam jejak yang kuat sebagai Wali Kota Semarang selama dua periode.
Kepemimpinan Hendi dinilai berhasil membawa Semarang menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang pesat menjadi daya tarik bagi pemilih.
Hendi juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat, serta mampu menerapkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil, seperti peningkatan akses terhadap layanan publik dan pengembangan UMKM.
Dukungan dari Partai Politik
Tidak hanya itu, dukungan politik juga menjadi faktor penentu dalam peta persaingan Pilgub Jateng 2024. Pasangan Andika-Hendi diusung oleh PDI Perjuangan, partai politik terbesar di Indonesia yang memiliki basis pemilih yang kuat di Jawa Tengah.
PDI Perjuangan secara konsisten meraih kemenangan dalam berbagai pemilihan di provinsi ini, sehingga dukungan dari partai tersebut memberikan dorongan elektoral yang signifikan.
Keterkaitan antara PDI Perjuangan dan masyarakat Jawa Tengah sudah lama terjalin, terutama karena partai ini dipandang sebagai pembela hak-hak masyarakat kecil, yang merupakan mayoritas populasi di provinsi ini.
Selain PDI Perjuangan, beberapa partai lain juga diperkirakan akan mendukung Andika-Hendi, baik secara resmi maupun tidak langsung, mengingat kekuatan elektoral yang ditunjukkan oleh pasangan ini.
Koalisi yang solid antara partai-partai besar dan popularitas personal dari kedua calon membuat pasangan ini berpeluang besar untuk memenangkan pemilihan gubernur mendatang.
Tantangan dan Strategi Kampanye
Meski demikian, pasangan Andika-Hendi juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah upaya untuk menjaga momentum elektabilitas hingga hari pemilihan.
Meskipun survei menunjukkan angka elektabilitas yang tinggi, pasangan ini harus terus melakukan pendekatan yang intensif kepada masyarakat untuk memastikan dukungan tetap solid.
Salah satu strategi yang digunakan oleh Andika-Hendi adalah mengadakan kampanye dialogis dan blusukan ke daerah-daerah yang selama ini mungkin kurang tersentuh oleh pembangunan.
Pasangan ini juga fokus pada isu-isu yang relevan bagi masyarakat Jawa Tengah, seperti penanganan masalah kemiskinan, peningkatan infrastruktur, serta penyediaan lapangan kerja yang lebih luas.
Di sisi lain, mereka juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pemilih muda yang semakin berperan dalam pemilu, mengingat pertumbuhan pengguna internet yang signifikan di Jawa Tengah.
Media sosial menjadi alat yang efektif bagi pasangan ini untuk menyebarkan program-program mereka, serta merespons isu-isu yang berkembang secara cepat.
Respon Masyarakat dan Kompetisi Pilgub
Respon positif masyarakat terhadap pasangan Andika-Hendi tidak lepas dari karakter kepemimpinan keduanya yang saling melengkapi.
Andika dianggap sebagai figur yang mampu membawa disiplin dan keteraturan, sementara Hendi dikenal dengan gaya kepemimpinan yang lebih humanis dan dekat dengan rakyat.
Kombinasi antara kepemimpinan militer dan sipil ini tampaknya cocok dengan aspirasi banyak pemilih di Jawa Tengah yang menginginkan perubahan, namun tetap menghargai stabilitas dan kesinambungan pembangunan.
Di sisi lain, meskipun pasangan Achmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen masih berada di posisi kedua dengan elektabilitas 31,4%, mereka tetap menjadi ancaman serius bagi Andika-Hendi.
Achmad Luthfi, yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah, memiliki dukungan kuat di kalangan aparat keamanan dan birokrasi.
Sementara Taj Yasin, yang merupakan putra ulama besar KH Maimoen Zubair, memiliki basis massa yang loyal di kalangan pesantren dan masyarakat santri.
Oleh karena itu, meski tertinggal dalam survei, pasangan Luthfi-Yasin tetap berpotensi mengejar ketertinggalan, terutama jika mampu memanfaatkan jaringan-jaringan strategis yang mereka miliki.
Prospek Kemenangan di Pilkada 2024
Melihat angka elektabilitas yang mencapai 64,8%, Andika-Hendi berada dalam posisi yang sangat kuat untuk memenangkan Pilkada Jawa Tengah 2024.
Namun, perjalanan menuju kemenangan tetap memerlukan kerja keras dan strategi kampanye yang efektif. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menjaga konsistensi dukungan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi lumbung suara bagi lawan politik mereka.
Selain itu, pasangan ini juga perlu merespons isu-isu lokal dengan cepat dan tepat, sehingga dapat menjaga kepercayaan publik.
Dengan elektabilitas yang tinggi, dukungan dari partai politik besar, serta strategi kampanye yang intensif, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada Jawa Tengah 2024.
Namun, tantangan tetap ada, terutama dari pesaing mereka yang memiliki basis dukungan yang tidak bisa diremehkan. Pertarungan politik di Jawa Tengah akan menjadi salah satu kontestasi yang paling menarik untuk diikuti, mengingat pentingnya provinsi ini dalam peta politik nasional. (*)
Kata Kunci : Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi, menduduki peringkat teratas pada survei yang digelar LKPI
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB