Program ini dipelopori oleh Alfin Fadillah, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juli 2025 ini menyasar warga RW 3 Tambangan sebagai upaya memberikan edukasi dan praktik langsung pemanfaatan limabh plastik melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Dalam workshop, warga diperkenalkan pada konsep ecobrick sebagai solusi kreatif pemanfaatan botol plastik bekas yang diisi limbah plastik non-organik padat hingga menjadi bata ramah lingkungan. Peserta belajar tahapan pembuatan mulai dari pemilahan limbah, pembersihan, pengeringan, hingga pengisian botol plastik dengan teknik yang tepat.
Antusiasme warga terlihat saat mereka mencoba langsung membuat ecobrick. Beberapa hasil ecobrick yang jadi dalam workshop bahkan dimanfaatkan untuk produk sederhana, seperti pot tanaman. "Dengan ecobrick, limbah plastik yang semula hanya menumpuk bisa disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat dan punya nilai guna," jelas Alfin saat mendampingi warga dalam praktik.
Melalui kegiatan ini, warga diajak memahami dampak negatif penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Workshop ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan bank sampah Tambangan, yang selama ini sudah berjalan aktif namun masih terkendala penumpukan plastik non-organik.
"Harapannya, warga bisa lebih konsisten dalam mengelola sampah rumah tangga, bukan hanya dijual ke bank sampah, tapi juga dimanfaatkan menjadi ecobrick yang bisa dipakai bersama," tambah Alfin.
Meski program berjalan sukses, beberapa hambatan tetap ditemui. Masih ada warga yang kurang konsisten melakukan pemilahan limbah di rumah sehingga bahan ecobrick tidak selalu tersedia dalam kondisi bersih dan kering. Selain itu, sebagian warga menilai proses pembuatan ecobrick membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra, sehingga motivasi bisa menurun jika tidak ada pendampingan rutin.
Sebagai tindak lanjut, warga didorong untuk melanjutkan pembuatan ecobrick secara mandiri. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan benar-benar membantu mengurangi permasalahan limbah plastik di tingkat rumah tangga.
Workshop ecobrick ini bukan hanya menjadi solusi pengelolaan limbah, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dan produktif. Selain memberi manfaat lingkungan, ecobrick juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Langkah kecil ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk mengubah cara pandang terhadap limbah plastik, dari sekadar limbah menjadi produk bernilai guna.
Reporter: Alfin Fadillah, Mahasiswa Agroekoteknologi, Universitas Diponegoro
Kata Kunci : KKNT Undip, Semarang, Ecobrick, Plastik, PKK
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Nasional
22 Des 2025, 11:48 WIB
Daerah
18 Des 2025, 13:28 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB