Sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik terhadap masyarakat, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di sektor peternakan.
Dua mahasiswa dari jurusan Kimia dan Fisika di Tim 146 KKN-T UNDIP melakukan pendampingan kepada peternak domba di Bangsal Wedhus Marimulyo, Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, dengan fokus pada analisis mutu pakan dan pupuk kompos.
Pakan merupakan segala bahan makanan baik itu organik maupun anorganik yang dapat dimakan oleh ternak, yang bisa dicerna sebagian atau seluruhnya dengan tidak mengganggu kesehatan ternak (Muchlis et al., 2023).
Sementara itu, pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari pelapukan bahan-bahan berupa dedaunan, jerami, alangalang, rumput, kotoran hewan, sampah kota dan sebagainya (Herawaty et.al., 2023).
Bangsal Wedhus Marimulyo merupakan peternakan milik Bapak Mardiyono yang memelihara sekitar 100 ekor domba, termasuk jenis unggulan seperti domba Texel dan domba Merino. Peternakan ini memanfaatkan kotoran domba untuk dijadikan pupuk kompos.
Selain itu, juga memanfaatkan kulit gandum, limbah MSG (Monosodium Glutamat), bungkil kedelai, bungkil kelapa, dan pongkol ketela untuk dijadikan pakan. Namun, proses produksi masih dilakukan secara tradisional tanpa evaluasi mutu yang terstandar.
Dua mahasiswa tersebut, yaitu Chantika Elda Khaliqa dan Adinda Karisma, menerapkan pendekatan kimia-fisika untuk menguji kelayakan nutrisi pakan serta kualitas pupuk kompos yang dihasilkan. Analisis dilakukan untuk melihat sejauh mana produk-produk tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan).
Pada 12 Juli 2025, tahapan kegiatan analisis pakan dan pupuk kompos diawali dengan survei lapangan, pengumpulan informasi melalui wawancara Bapak Mardiyono, serta pengambilan sampel langsung dari lokasi peternakan.
Sampel pakan dan kompos kemudian dianalisis di laboratorium Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Dengan sampel pakan dianalisis di laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan menggunakan metode gravimetri untuk mengukur kadar air dan kadar abu serta metode Kjeldahl untuk mengukur protein kasar.
Sementara, sampel pupuk kompos dianalisis di laboratorium Agroekoteknologi menggunakan metode gravimetri untuk mengukur kadar air, metode Kjeldahl untuk mengukur nitrogen total (N), metode spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur fosfor (P₂O₅), metode AAS (Spektrofotometri Serapan Atom) untuk mengukur kalium (K₂O), serta metode Walkley-Black untuk mengukur karbon organik.
Standar yang dijadikan acuan dalam mutu pakan berupa SNI 8819:2019 tentang Pakan Konsentrat Domba Penggemukan serta mutu pupuk kompos berupa SNI 19-7030-2004 tentang Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik dan Peraturan Menteri Pertanian nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah. Evaluasi ini membantu mengukur sejauh mana produk peternakan telah memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan.
Hasil analisis pakan menunjukkan bahwa parameter kadar abu dan protein kasar telah memenuhi standar mutu. Hal ini menandakan bahwa pakan tersebut menunjukkan kecukupan mineral tanpa kelebihan yang bisa mengganggu metabolisme ternak serta memiliki kandungan protein yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak.
Sedangkan, parameter kadar air berada pada nilai yang sedikit melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI, sehingga masih tergolong aman digunakan, dengan catatan harus disimpan di tempat yang kering untuk mencegah peningkatan kadar air.
Sementara itu, hasil analisis pupuk kompos menunjukkan bahwa seluruh parameter telah memenuhi standar mutu. Hal ini menandakan bahwa pupuk kompos tersebut mengandung nutrien makro esensial lengkap (N, P, K) dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif, pembungaan, hingga pembuahan; memiliki kadar air ideal yang menjaga aktivitas mikroba tanah tanpa menimbulkan bau berlebih atau penggumpalan; serta kaya bahan organik yang berperan dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas simpan air, dan mempertahankan kesuburan jangka panjang.
Berikut ini merupakan tabel hasil analisis pakan dan pupuk kompos di Bangsal Wedhus Marimulyo:
| Hasil Uji Laboratorium Pakan | ||
| Parameter | Hasil Uji (%) | Persyaratan dari SNI / Permentan (%) |
| Kadar Air | 13,9 | ≤ 13,00 |
| Abu | 7,49 | ≤ 8,00 |
| Protein Kasar | 10,01 | ≥ 10,00 |
Tabel 1. Hasil Uji Laboratorium Pakan
| Hasil Uji Laboratorium Pakan | ||
| Parameter | Hasil Uji (%) | Persyaratan dari SNI / Permentan (%) |
| Kadar Air | 38,2 | ≤ 50,00 |
| Nitrogen Total | 1,47 | ≥ 0,40 |
| Fosfor (P₂O₅) | 1,93 | ≥ 0,10 |
| Kalium (K₂O) | 1,13 | ≥ 0,20 |
| Karbon Organik | 17,35 | ≥ 9,80 |
Tabel 2. Hasil Uji Laboratorium Pupuk Kompos
Melalui pendampingan ini, peternak memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya standar mutu dalam produksi pakan dan pupuk kompos. Oleh karena itu, diharapkan hasil evaluasi ini dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses produksi, sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan lokal di pasar.
“Saya ingin limbah dari kandang tidak hanya dibuang, tapi bisa dimanfaatkan jadi pupuk kompos. Sekarang saya paham bagaimana cara memastikan kualitasnya,” kata Pak Mardiyono saat berdiskusi dengan Chantika dan Adinda.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa ilmu kimia-fisika memiliki peran penting dalam mendukung peternakan berkelanjutan berbasis zero waste. Mahasiswa KKN UNDIP berharap, program ini dapat menjadi pijakan awal bagi peternak untuk bertransformasi menuju sistem usaha ternak yang efisien, berbasis data, dan selaras dengan prinsip pertanian ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya edukasi dan promosi, mahasiswa KKN UNDIP juga memproduksi video singkat tentang pakan dan pupuk kompos yang telah diuji berdasarkan standar mutu SNI dan Permentan.
REFERENSI:
Muchlis, A., Sema, Syamsu, J. A., & Asmuddin. (2023). Article Review: Teknologi Pengolahan Pakan Hijauan untuk Ternak Sapi di Daerah Tropis. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, 1(1), 145–152. https://doi.org/10.56326/jitpu.v3i1.2528.
Herawaty, H., Mukhlisah, N., Harlina, H., Mahi, F., & Muchtar, A. A. (2023). Pengenalan Pupuk Kompos untuk Pertumbuhan Tanaman di Bumi Perkemahan H. M. Yasin Limpo Candika, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Journal of Training and Community Service Adpertisi (JTCSA). https://jurnal.adpertisi.or.id/index.php/JTCSA/.
PENULIS:
Chantika Elda Khaliqa
Adinda Karisma
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Pupuk Kompos, Pakan Ternak, Bangsal Wedhus Marimulyo
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Nasional
22 Des 2025, 11:48 WIB
Daerah
18 Des 2025, 13:28 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB