Kegiatan ini disambut baik oleh para pelaku UMKM dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Suruh, Agus Yulianto.
"Excited sih, excited-nya tuh karena ternyata yang bikin acaranya anak-anak mahasiswa. Ya ternyata KKN tuh ga sebatas ibaratnya orang itu datang ke dusun nengok-nengok gak, ternyata sekarang programnya tuh seperti ini. Ini nyata gitu. Kalian juga bikin brosur, kalian juga bikin acara seperti ini, terus bisa nyediain macam-macam itu kayaknya sudah ya lebih lah untuk saya." Ujar Ibu Tyas Ratna, pelaku usaha katering servis selaku peserta workshop UMKM.
Kegiatan workshop ini membuka jalan untuk mengetahui potensi, tantangan dan kebutuhan para pelaku UMKM di Desa Suruh sebelum dibentuk paguyuban. Wahyu Sigit selaku ketua kelompok UMKM Tim IDBU 9 menyebutkan bahwa workshop sekaligus pelatihan ini dapat menjadi kesempatan penting untuk mencari solusi atas berbagai tantangan.
"Semoga ilmunya bisa tersampaikan dan menjadi jalan keluar bagi problematika yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di Desa Suruh," ujarnya. Kegiatan yang berlokasi di Balai Desa Suruh tersebut dihadiri oleh 27 pelaku UMKM dari berbagai jenis bidang usaha.
Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus utama, yaitu pelatihan dan pendampingan tentang digitalisasi dan pemasaran, inovasi produk olahan berbasis ikan, pelatihan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan sanitasi dapur, pembekalan untuk pendampingan legalitas usaha, pembukuan digital, serta pengenalan website untuk katalog UMKM desa.
Setelah pelaksanaan workshop, dilakukan survei lanjutan untuk menggali lebih dalam kondisi branding dan pemasaran produk. Melalui survei tersebut ditemukan beberapa permasalahan utama mengenai branding dan pemasaran produk yang belum optimal, seperti minimnya penggunaan logo dan caption yang menarik, foto produk yang belum memenuhi standar promosi, legalitas usaha, serta kemasan yang kurang ramah lingkungan dan kurang mempertahankan kualitas produk dalam jangka waktu lama.
Menjawab permasalahan pengemasan, Kelompok UMKM Tim IDBU 9 Undip memperkenalkan teknologi tepat guna berupa kemasan makanan Biopack yang terbuat dari bahan alami berbasis pati singkong. Biopack dapat larut dalam air, ramah lingkungan, dan membantu mengurangi limbah plastik. Selain itu, diperkenalkan penggunaan vacuum sealer untuk menjaga produk makanan tetap awet, renyah, dan segar, terutama untuk produk olahan keripik.
Sesi digitalisasi pemasaran diisi dengan pelatihan membaca pasar untuk mendukung pemasaran digital, teknik copywriting untuk menarik minat konsumen, pemanfaatan sejarah sebagai daya tarik, fotografi produk, serta komunikasi visual dan praktik desain konten digital berbasis aplikasi Canva. Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan daya saing usaha.
Pada sela-sela pelatihan peserta mendapatkan pengenalan inovasi olahan ikan, yaitu nugget lele. Inovasi tersebut memanfaatkan bahan baku yang mudah didapatkan di lingkungan Desa Suruh. Nugget lele bisa menjadi peluang bisnis baru yang bernilai jual tinggi sekaligus memanfaatkan potensi lokal. Peserta workshop merespons positif inovasi tersebut dan mendapat kesempatan mencicipi langsung sampel nugget lele yang dibagikan selama kegiatan berlangsung.
Pembahasan berlanjut pada topik K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan sanitasi dapur. Pada sesi tersebut, disampaikan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk keamanan kerja dan menjaga higienitas saat produksi. Penerapan K3 dan sanitasi yang baik, mampu mencegah kecelakaan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang aman, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan paket APD lengkap kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
Pendampingan terkait legalitas usaha menjadi bagian penting dan mendapatkan respons antusias dari peserta workshop. Pendampingan tersebut meliputi tata cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), hingga pendaftaran merek dagang.
Pendampingan dilakukan secara langsung untuk membantu pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan usaha mereka. Selain itu, tersedia layanan pendampingan dan pembuatan QRIS melalui booth khusus. Fasilitas tersebut memudahkan pelaku UMKM mengadopsi metode pembayaran digital yang praktis.
Sebagai langkah lanjutan optimalisasi pemasaran, tim juga merancang website yang memuat informasi pelaku usaha, mulai dari nama, kontak, foto produk, hingga alamat. Pelaku UMKM yang ingin usahanya tercantum, dapat mendaftarkan diri melalui kantor pemerintah desa. Website ini diharapkan menjadi sarana perluasan pasar, sehingga produk UMKM Desa Suruh dapat dikenal lebih luas di luar wilayah desa.
Keberagaman produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Desa Suruh menjadi potensi besar bagi perkembangan ekonomi lokal. Setiap usaha memiliki ciri khas, mulai dari olahan pangan berbasis bahan baku lokal hingga produk kreatif yang memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas. Potensi tersebut perlu dikelola secara terarah agar mampu menjadi keunggulan desa.
Keberlanjutan kegiatan workshop diwujudkan melalui pembentukan paguyuban UMKM Desa Suruh. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pelaku usaha UMKM, adanya kegiatan workshop dapat menjadi awal baru bagi kemajuan UMKM di Desa Suruh kedepannya dan dapat dipelihara dengan baik melalui paguyuban UMKM.
"Harapannya, UMKM ini kan juga penting. Tetap ini dimasukkan ke dalam grup, kedepannya semoga paguyuban ini bisa dipelihara dan dibina," ujar salah satu peserta kegiatan workshop.
Paguyuban dapat menjadi wadah bagi para pelaku usaha UMKM untuk saling memperkuat jaringan, memudahkan koordinasi dan informasi, berbagi pengetahuan dan pengembangan usaha bersama.
Melalui keberadaan paguyuban tersebut, UMKM Desa Suruh diharapkan dapat berkembang lebih terstruktur, saling mendukung, dan semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Kata Kunci : KKN Undip, IDBU, Semarang, Desa Suruh, Digitalisasi, Workshop UMKM
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB