Modern
Modern
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Kelompok UMKM KKN Tim IDBU 9 UNDIP Gelar Workshop “Dari Lokal ke Digital” untuk Optimalisasi Paguyuban UMKM Desa Suruh

Foto: Kegiatan Multidisiplin 1 Kelompok 1 KKN IDBU Tim 9 Universitas Diponegoro dalam Workshop dan pelatihan bertema “Optimalisasi Pemberdayaan Paguyuban UMKM Desa Suruh” bersama para pelaku UMKM Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang
Modern
Oleh : Reporter Kampus

Semarang, Gojateng.com — Sabtu (2/8/2025) Mahasiswa Tim KKN IDBU 9 Universitas Diponegoro membantu dalam inisiasi pembentukan paguyuban UMKM di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, untuk memperkuat daya saing usaha lokal. Pembentukan paguyuban UMKM diawali dengan kegiatan workshop yang bertajuk “Optimalisasi Pemberdayaan Paguyuban UMKM Desa Suruh”.

Kegiatan ini disambut baik oleh para pelaku UMKM dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Suruh, Agus Yulianto.

"Excited sih, excited-nya tuh karena ternyata yang bikin acaranya anak-anak mahasiswa. Ya ternyata KKN tuh ga sebatas ibaratnya orang itu datang ke dusun nengok-nengok gak, ternyata sekarang programnya tuh seperti ini. Ini nyata gitu. Kalian juga bikin brosur, kalian juga bikin acara seperti ini, terus bisa nyediain macam-macam itu kayaknya sudah ya lebih lah untuk saya." Ujar Ibu Tyas Ratna, pelaku usaha katering servis selaku peserta workshop UMKM.

Kegiatan workshop ini membuka jalan untuk mengetahui potensi, tantangan dan kebutuhan para pelaku UMKM di Desa Suruh sebelum dibentuk paguyuban. Wahyu Sigit selaku ketua kelompok UMKM Tim IDBU 9 menyebutkan bahwa workshop sekaligus pelatihan ini dapat menjadi kesempatan penting untuk mencari solusi atas berbagai tantangan.

"Semoga ilmunya bisa tersampaikan dan menjadi jalan keluar bagi problematika yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di Desa Suruh," ujarnya. Kegiatan yang berlokasi di Balai Desa Suruh tersebut dihadiri oleh 27 pelaku UMKM dari berbagai jenis bidang usaha.

Terdapat beberapa hal yang menjadi fokus utama, yaitu pelatihan dan pendampingan tentang digitalisasi dan pemasaran, inovasi produk olahan berbasis ikan, pelatihan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan sanitasi dapur, pembekalan untuk pendampingan legalitas usaha, pembukuan digital, serta pengenalan website untuk katalog UMKM desa.

Setelah pelaksanaan workshop, dilakukan survei lanjutan untuk menggali lebih dalam kondisi branding dan pemasaran produk. Melalui survei tersebut ditemukan beberapa permasalahan utama mengenai branding dan pemasaran produk yang belum optimal, seperti minimnya penggunaan logo dan caption yang menarik, foto produk yang belum memenuhi standar promosi, legalitas usaha, serta kemasan yang kurang ramah lingkungan dan kurang mempertahankan kualitas produk dalam jangka waktu lama.

Menjawab permasalahan pengemasan, Kelompok UMKM Tim IDBU 9 Undip memperkenalkan teknologi tepat guna berupa kemasan makanan Biopack yang terbuat dari bahan alami berbasis pati singkong. Biopack dapat larut dalam air, ramah lingkungan, dan membantu mengurangi limbah plastik. Selain itu, diperkenalkan penggunaan vacuum sealer untuk menjaga produk makanan tetap awet, renyah, dan segar, terutama untuk produk olahan keripik.

Sesi digitalisasi pemasaran diisi dengan pelatihan membaca pasar untuk mendukung pemasaran digital, teknik copywriting untuk menarik minat konsumen, pemanfaatan sejarah sebagai daya tarik, fotografi produk, serta komunikasi visual dan praktik desain konten digital berbasis aplikasi Canva. Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan daya saing usaha.

Pada sela-sela pelatihan peserta mendapatkan pengenalan inovasi olahan ikan, yaitu nugget lele. Inovasi tersebut memanfaatkan bahan baku yang mudah didapatkan di lingkungan Desa Suruh. Nugget lele bisa menjadi peluang bisnis baru yang bernilai jual tinggi sekaligus memanfaatkan potensi lokal. Peserta workshop merespons positif inovasi tersebut dan mendapat kesempatan mencicipi langsung sampel nugget lele yang dibagikan selama kegiatan berlangsung.

Pembahasan berlanjut pada topik K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan sanitasi dapur. Pada sesi tersebut, disampaikan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk keamanan kerja dan menjaga higienitas saat produksi. Penerapan K3 dan sanitasi yang baik, mampu mencegah kecelakaan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang aman, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan paket APD lengkap kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Pendampingan terkait legalitas usaha menjadi bagian penting dan mendapatkan respons antusias dari peserta workshop. Pendampingan tersebut meliputi tata cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), hingga pendaftaran merek dagang.

Pendampingan dilakukan secara langsung untuk membantu pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan usaha mereka. Selain itu, tersedia layanan pendampingan dan pembuatan QRIS melalui booth khusus. Fasilitas tersebut memudahkan pelaku UMKM mengadopsi metode pembayaran digital yang praktis.

Sebagai langkah lanjutan optimalisasi pemasaran, tim juga merancang website yang memuat informasi pelaku usaha, mulai dari nama, kontak, foto produk, hingga alamat. Pelaku UMKM yang ingin usahanya tercantum, dapat mendaftarkan diri melalui kantor pemerintah desa. Website ini diharapkan menjadi sarana perluasan pasar, sehingga produk UMKM Desa Suruh dapat dikenal lebih luas di luar wilayah desa.

Keberagaman produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Desa Suruh menjadi potensi besar bagi perkembangan ekonomi lokal. Setiap usaha memiliki ciri khas, mulai dari olahan pangan berbasis bahan baku lokal hingga produk kreatif yang memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas. Potensi tersebut perlu dikelola secara terarah agar mampu menjadi keunggulan desa.

Keberlanjutan kegiatan workshop diwujudkan melalui pembentukan paguyuban UMKM Desa Suruh. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pelaku usaha UMKM, adanya kegiatan workshop dapat menjadi awal baru bagi kemajuan UMKM di Desa Suruh kedepannya dan dapat dipelihara dengan baik melalui paguyuban UMKM.

"Harapannya, UMKM ini kan juga penting. Tetap ini dimasukkan ke dalam grup, kedepannya semoga paguyuban ini bisa dipelihara dan dibina," ujar salah satu peserta kegiatan workshop.

Paguyuban dapat menjadi wadah bagi para pelaku usaha UMKM untuk saling memperkuat jaringan, memudahkan koordinasi dan informasi, berbagi pengetahuan dan pengembangan usaha bersama.

Melalui keberadaan paguyuban tersebut, UMKM Desa Suruh diharapkan dapat berkembang lebih terstruktur, saling mendukung, dan semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : KKN Undip, IDBU, Semarang, Desa Suruh, Digitalisasi, Workshop UMKM

Sorotan


Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat

Daerah

MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from Exploitation

Daerah

Workshop MARINA Talks: Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) Migran Asal Jawa Tengah dari Praktik Eksploitasi

Daerah

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Termometer Digital: Solusi Tepat Jaga Kualitas Gula Aren oleh Mahasiswa Kemendiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Saringan Nylon, Solusi Jaga Kebersihan dan Mutu Gula Aren

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Tentang Restorasi Mikro Guna Mendukung Program SDGs 13 dan 15

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Kebersihan di Rumah Produksi Gula Aren untuk Mendukung SDGs 3 dan 6

Daerah

Edukasi Pajak Pertambahan Nilai Kepada Remaja Masjid di Dukuh Tumbrep Batang melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa Undip Tanamkan Kesadaran Pajak Hiburan pada Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Remaja tentang Pentingnya Investasi di Era Digital melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Program “SADAR” untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua