Persiapan ini tidak hanya mempercantik kota tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan dalam keberagaman budaya.
Pemerintah Kota Semarang, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), memandang pemasangan dekorasi ini sebagai bagian dari bentuk akulturasi budaya dan toleransi antarumat beragama.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menjelaskan tradisi menghias kota tidak hanya dilakukan untuk menyambut Imlek, tetapi juga pada perayaan hari besar lainnya seperti Natal, Idulfitri, dan peringatan nasional.
“Kami ingin menghadirkan suasana perayaan yang hangat dan meriah di berbagai momentum besar. Selain itu, kami berharap keindahan ornamen ini bisa meningkatkan daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi wisata,” ungkap Wing melalui website resmi Kota Semarang pada Sabtu (18/1).
Pemasangan ornamen Imlek tahun ini mengusung tema harmoni dan keberagaman, sejalan dengan semangat masyarakat Kota Semarang yang dikenal majemuk.
Selain lampion, kawasan Pecinan juga dihias dengan ornamen lain, seperti lentera besar, dekorasi khas Tionghoa, dan instalasi seni yang menciptakan suasana semakin semarak.
Tidak hanya menjadi simbol perayaan Imlek, dekorasi ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Semarang.
Meningkatkan Daya Tarik Wisata
Wing menyebutkan, kehadiran ornamen-ornamen ini diharapkan bisa menciptakan lebih banyak lokasi yang menarik untuk dikunjungi dan diabadikan dalam foto.
“Kami ingin menciptakan lebih banyak spot instagramable yang bisa dinikmati wisatawan, khususnya di kawasan-kawasan yang menjadi ikon kota,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Upaya untuk mempercantik Kota Semarang ternyata sejalan dengan peningkatan angka kunjungan wisatawan.
Sepanjang tahun 2024, jumlah wisatawan yang datang ke Semarang mencapai 7,3 juta orang, angka yang menurut Wing menjadi capaian tertinggi sejak sebelum pandemi Covid-19.
“Kami bersyukur target kunjungan wisatawan tercapai, dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan inovasi di sektor pariwisata,” tuturnya.
Pada tahun 2025, Disbudpar menargetkan peningkatan jumlah wisatawan dengan memperkenalkan destinasi wisata baru serta memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Salah satu fokus pengembangan destinasi baru adalah kawasan Pecinan, yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya dan ekonomi masyarakat.
“Kami mendukung penuh inisiatif yang melibatkan masyarakat lokal untuk menciptakan destinasi yang lebih menarik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Wing.
Akulturasi Budaya yang Menarik Perhatian
Selain menjadi daya tarik wisata, perayaan Imlek di Semarang mencerminkan akulturasi budaya yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kota ini.
Tradisi pemasangan lampion dan ornamen khas Tionghoa merupakan bukti nyata bagaimana budaya lokal dan Tionghoa dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Hal ini menjadikan Semarang sebagai salah satu kota yang dikenal kaya akan keragaman budaya.
Semangat kebersamaan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh warga dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Kehadiran ornamen-ornamen yang meriah di jalan-jalan utama menjadi simbol toleransi sekaligus menghidupkan suasana kota.
Bagi masyarakat Semarang, momen seperti Imlek tidak hanya menjadi perayaan komunitas tertentu, tetapi juga ajang untuk mempererat persaudaraan lintas budaya.
Optimisme Sektor Pariwisata
Melihat antusiasme masyarakat dan keberhasilan program-program sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang optimis sektor pariwisata akan terus tumbuh.
Selain fokus pada pengembangan destinasi wisata, kolaborasi dengan komunitas lokal juga menjadi prioritas. Pemerintah berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Semarang tidak hanya menjadi kota yang indah dan ramah, tetapi juga destinasi wisata yang wajib dikunjungi, terutama di momen-momen spesial seperti perayaan Imlek.
Pemerintah kota yakin keindahan dan keberagaman yang ditawarkan akan terus menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di tengah persiapan ini, semarak lampion dan ornamen khas Imlek tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga memperkuat identitas Semarang sebagai kota budaya yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman. (*)
Kata Kunci : Persiapan Kota Semarang menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2025
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB