Program tersebut adalah "Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Optimalisasi Pembangunan Desa Berkelanjutan" yang secara khusus menyasar para pemuda Karang Taruna di Dusun Dersan Kulon, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Inisiatif ini dirancang untuk membuka wawasan serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan potensi besar energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi energi masa depan dan pilar pendukung ekonomi desa.
Membuka Wawasan Generasi Muda
Generasi muda, khususnya anggota Karang Taruna, dipandang sebagai agen perubahan yang strategis di tingkat desa. Mereka memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi. Atas dasar inilah, Nindya menjadikan mereka sebagai sasaran utama programnya.
Dalam paparannya, Nindya menjelaskan berbagai jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan di lingkungan pedesaan seperti Desa Dersansari. Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
Energi Surya (Matahari): Pemanfaatan panel surya (PLTS) untuk kebutuhan listrik skala rumah tangga, penerangan jalan umum (PJU), hingga penggerak pompa air untuk irigasi. Dijelaskan bagaimana teknologi ini dapat menekan biaya listrik bulanan dan memberikan akses energi di area yang belum terjangkau jaringan PLN.
Energi Biomassa dan Biogas: Mengingat potensi pertanian dan peternakan di desa, limbah organik seperti kotoran ternak dan sisa hasil panen dapat diolah menjadi biogas untuk memasak atau diubah menjadi listrik, sekaligus mengurangi masalah limbah.
Energi Mikrohidro: Pemanfaatan aliran air sungai atau irigasi skala kecil untuk membangkitkan listrik bagi komunitas lokal.
Antusiasme dan Harapan untuk Masa Depan Desa
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat dari para anggota Karang Taruna Dersan Kulon. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi, terutama saat sesi diskusi mengenai langkah-langkah praktis dan perkiraan biaya untuk mengimplementasikan teknologi sederhana seperti panel surya untuk penerangan pos kamling atau mushola.
Melalui program ini, diharapkan para pemuda tidak hanya memahami konsep EBT, tetapi juga terinspirasi untuk memulai inisiatif-inisiatif kecil berbasis energi bersih di lingkungan mereka.
Pengetahuan ini menjadi bekal awal bagi mereka untuk merancang program kerja Karang Taruna yang inovatif dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pilar energi bersih dan terjangkau serta komunitas yang berkelanjutan.
"Kami berharap, sosialisasi ini dapat memantik ide dan aksi nyata dari teman-teman Karang Taruna. Dengan semangat gotong royong, Desa Dersansari bisa menjadi contoh desa yang mandiri energi dan maju secara berkelanjutan," tutup Nindya.
Reporter: KKN-T TIM 100 UNDIP
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Semarang, Pembangunan, Energi
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB