Modern
Modern
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Atasi Limbah Hidroponik Overstock, KKN Tim 82 Undip Kenalkan Komposter Takakura Anti Bau di RW 04 Kelurahan Mijen

Foto: Penyerahan Unit Komposter ke Bu RW Setelah Melakukan Demonstrasi Pembuatan Kompos dengan Metode Takakura
Modern
Oleh : Reporter Kampus

Mijen, Semarang, Gojateng.com — Melimpahnya hasil panen dari kebun hidroponik Agrofarm di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Semarang, ternyata menyisakan persoalan baru yaitu limbah sayuran selada berlebih atau overstock yang seringkali terbuang sia-sia. Menjawab permasalahan ini, seorang mahasiswa dari KKN Tim 82 Universitas Diponegoro, Martin Jonathan Butar-Butar, melaksanakan program kerja inovatif berupa sosialisasi dan demonstrasi pembuatan kompos organik dengan metode Takakura.

Kegiatan yang menyasar para ibu pengurus di lingkungan RW 04 ini dilaksanakan pada 09 Agustus bertempat di Tempat Posyandu Kenanga 2 RT 02. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis bagi warga, khususnya para ibu, untuk mengelola limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bernilai guna.

Martin, mahasiswa peminatan Kesehatan Lingkungan dari Jurusan Kesehatan Masyarakat FKM Undip, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari observasinya di lapangan dan telah mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr.Ing.Ir. Suherman, S.T., M.T., ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis terhadap limbah organik.

Menurut Beliau, keberadaan kebun hidroponik merupakan sebuah potensi besar, namun akan lebih optimal jika diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang baik.

"Dari sudut pandang Kesehatan Lingkungan, pengelolaan limbah organik di tingkat rumah tangga adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Metode Takakura ini saya pilih karena sangat cocok untuk ibu-ibu karena tidak berbau, tidak memerlukan lahan luas, dan bisa memanfaatkan sampah dapur sehari-hari," jelas Martin saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Metode Takakura sendiri merupakan teknik pengomposan aerobik dari Jepang yang menggunakan keranjang berlubang untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Hal ini membuat proses penguraian sampah oleh mikroorganisme berlangsung cepat dan efektif tanpa menimbulkan bau busuk yang sering menjadi kekhawatiran warga.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama acara berlangsung. Para ibu yang terdiri dari pengurus RT dan RW 04 aktif bertanya dan terlibat langsung dalam sesi demonstrasi. Mereka diajarkan mulai dari menyiapkan keranjang komposter, membuat "bantalan sekam" sebagai filter bau, hingga cara memasukkan sisa sayuran hidroponik yang sudah dicacah.

Ibu Sri, selaku perwakilan warga sekaligus Ibu RW, menyambut baik program ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan warga RW 04 yang sedang giat-giatnya mengembangkan pertanian perkotaan.

"Ilmu ini praktis sekali dan langsung bisa kami terapkan. Tadinya kami bingung sisa sayuran yang banyak ini mau diapakan, sekarang kami tahu caranya diubah jadi kompos. Tentu ini sangat membantu untuk menyuburkan tanaman kami yang lain," ujar Ibu Sri.

"Komposter percontohan yang dibuat bersama ini akan kami letakkan di rumah dan akan kami rawat bersama-sama sebagai pusat belajar bagi ibu-ibu yang lain," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, satu unit komposter Takakura hasil demonstrasi ditinggalkan di lokasi untuk menjadi prototipe dan media pembelajaran berkelanjutan bagi warga.

Melalui program ini, diharapkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik dapat meningkat, sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular kecil di mana limbah dari kegiatan hidroponik di RW 04 menjadi input berharga untuk kegiatan lainnya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kompos, Takakura, Organik, Komposter, Teknik Pengomposan Aerobik, Jepang

Sorotan


SEMINAR HASIL UKM-F SEAWEED 2025: ORGANISASI SEAWEED UNDIP GELAR SEMINAR HASIL TERHADAP PENELITIAN BIOTEKNOLOGI DAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PEMANFAATAN RUMPUT LAUT BERKELANJUTAN

Daerah

Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat

Daerah

MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from Exploitation

Daerah

Workshop MARINA Talks: Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) Migran Asal Jawa Tengah dari Praktik Eksploitasi

Daerah

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Termometer Digital: Solusi Tepat Jaga Kualitas Gula Aren oleh Mahasiswa Kemendiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Saringan Nylon, Solusi Jaga Kebersihan dan Mutu Gula Aren

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Tentang Restorasi Mikro Guna Mendukung Program SDGs 13 dan 15

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Kebersihan di Rumah Produksi Gula Aren untuk Mendukung SDGs 3 dan 6

Daerah

Edukasi Pajak Pertambahan Nilai Kepada Remaja Masjid di Dukuh Tumbrep Batang melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa Undip Tanamkan Kesadaran Pajak Hiburan pada Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Remaja tentang Pentingnya Investasi di Era Digital melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua