Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah memang sudah mulai tumbuh, terbukti dengan adanya bank sampah dan upaya memilah limbah plastik di tingkat rumah tangga. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari aspek kesehatan pengelola bank sampah, penumpukan sampah plastik, hingga keterbatasan akses informasi yang mudah dipahami warga.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP merancang sejumlah program yang saling melengkapi. Pertama, melalui sosialisasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja di bank sampah, warga diajak untuk lebih peduli terhadap risiko yang mungkin timbul saat mengelola sampah sehari-hari.
Kedua, kreativitas muncul lewat pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media pembuatan biodiesel dari minyak jelantah, sebuah ide yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Ketiga, inovasi berbasis digital diwujudkan dalam bentuk website Access to Public Information yang memuat informasi seputar pengelolaan sampah, penerapan prinsip 3R, hingga ide-ide kreatif daur ulang yang bisa dilakukan di rumah. Keempat, edukasi visual tentang jenis-jenis dan kegunaan plastik serta dampak negatif penggunaan plastik pada kehidupan sehari-hari.
Keempat program ini tidak hanya hadir sebagai kegiatan sementara, tetapi juga menjadi jembatan pengetahuan yang dapat memberi manfaat jangka panjang. Dengan keterlibatan warga, diharapkan program KKN UNDIP mampu menumbuhkan budaya baru dalam mengelola lingkungan secara sehat, aman, dan berkelanjutan di Kelurahan Mijen.
Mahasiswa KKN UNDIP Tingkatkan Standar Kesehatan dan Keselamatan di Bank Sampah RT 03 RW 03 Mijen
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah sudah mulai tumbuh di kalangan masyarakat. Namun, aspek kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pengelolanya seringkali luput dari perhatian. Menjawab isu tersebut, seorang mahasiswa dari Tim 82 KKN- T Universitas Diponegoro menggelar sosialisasi dengan tajuk "Intervensi Higiene dan Manajemen Risiko pada Kegiatan Bank Sampah" di lingkungan RT 03 RW 03, Kelurahan Mijen, Semarang.
Program yang digagas oleh Martin Jonathan Butar-butar, mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat ini, dihadiri oleh 36 warga RT 03 pada 08 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada warga dan terutama kepada Ibu RT selaku pengelola, mengenai cara kerja yang lebih sehat dan aman.
Dalam pemaparannya, Martin menjelaskan bahwa meskipun bank sampah memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, terdapat berbagai potensi bahaya bagi para pengelola. Risiko tersebut meliputi risiko biologis dari kuman dan lalat pada sampah basah, risiko fisik dari benda tajam seperti pecahan kaca atau paku, hingga risiko ergonomis akibat posisi mengangkat beban yang salah.
"Program bank sampah RT 3 ini sudah berjalan sangat baik, ini adalah bukti kepedulian warga. Misi saya di sini adalah mengajak kita semua untuk naik kelas, yaitu tidak hanya fokus pada hasil sampahnya, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan para pengelolanya. Mereka adalah pahlawan kebersihan kita yang perlu kita lindungi bersama" ujar Martin saat menyampaikan materi.
Solusi yang ditawarkan berfokus pada lima tindakan preventif utama. Pertama, warga diimbau untuk menyetor sampah dalam kondisi kering dan bersih. Kedua, warga diajak untuk memisahkan sampah berbahaya seperti pecahan kaca dan baterai bekas ke dalam wadah terpisah, lalu menyerahkannya secara khusus kepada pengelola.
Ketiga, warga diajak untuk bekerja sama untuk menjaga kebersihan tempat pelaksanaan bank sampah. Keempat, pengelola disarankan terkait menjaga postur tubuh/mengangkat beban dengan posisi tubuh yang benar. Kelima, selalu mencuci tangan menggunakan sabun setelah kegiatan bank sampah. Ibu RT 03, yang menjadi fokus utama dalam program ini, mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Mas Martin dan KKN Undip. Selama ini saya mengelola bank sampah ya sebisanya saja, tidak terlalu berpikir sampai ke risiko kesehatan. Setelah dijelaskan, saya jadi sadar betapa pentingnya menjaga diri dan betapa besarnya peran warga dalam membantu saya. Kalau warga menyetor sampah sudah bersih, pekerjaan saya jadi jauh lebih ringan dan aman. Ini ilmu yang sangat bermanfaat," tuturnya dengan antusias.
Sebagai dukungan nyata, Martin juga menyerahkan leaflet panduan dan poster SOP (Standar Operasional Prosedur), medical kit, dan sarung tangan kerja untuk dipasang dan dipakai di lokasi bank sampah. Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan budaya baru yang lebih peduli terhadap kesehatan dan keselamatan dalam setiap kegiatan komunal di Kelurahan Mijen.
Botol Bekas Dalam Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah oleh Miftachul Jannah
Di tengah kesadaran warga RT 03 Kelurahan Mijen yang sudah cukup baik dalam memilah sampah plastik, masih muncul tantangan terkait bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Padahal, sampah plastik dan minyak jelantah merupakan dua persoalan lingkungan yang kerap diabaikan.
Berangkat dari permasalahan inilah, mahasiswa KKN menawarkan sebuah program yang memadukan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan inovasi energi alternatif, yaitu pemanfaatan botol plastik bekas sebagai alat dalam pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Program ini diwujudkan melalui demonstrasi yang melibatkan sekitar 30 warga RT 03.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperlihatkan bagaimana botol plastik bekas dapat di-reuse sebagai penyaring minyak, wadah pengocok, sekaligus tempat pemisahan cairan pada proses pembuatan biodiesel. Sambil memperagakan tahapan kerja, mahasiswa juga menjelaskan konsep reaksi kimia transesterifikasi, yakni pencampuran minyak jelantah dengan metanol dan katalis basa (KOH) hingga menghasilkan dua lapisan gliserol di bagian bawah dan biodiesel di lapisan atas.
Tahapan sederhana ini mulai dari penyaringan minyak jelantah, pemanasan untuk menghilangkan kandungan air, pencampuran dengan larutan metanol dan KOH, hingga pemisahan serta pencucian biodiesel menjadi bukti nyata bahwa limbah rumah tangga dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Dengan cara ini, warga bukan hanya belajar mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga memahami bahwa energi bersih bisa dihasilkan dari kreativitas dalam mengelola limbah sehari-hari.
Pembuatan dan sosialisasi website Access to Public Information oleh Rona Realita Najma
Sebagai bentuk dukungan terhadap keterbukaan informasi, mahasiswa juga membuat dan menyosialisasikan website Access to Public Information yang memuat jenis-jenis plastik, cara mengelola sampah menggunakan prinsip 3R, serta contoh dan cara pembuatan produk dari pemanfaatan limbah plastik.
Website ini menjadi media digital yang mudah diakses oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kebijakan pengelolaan sampah, sekaligus inspirasi berbagai program kreatif berbasis 3R. Website tersebut dapat diakses melalui tautan https://mengelola-sampah-plastik.netlify.app/.
Melalui website ini, warga dapat menemukan materi edukasi tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, ide pemanfaatan ulang plastik untuk kerajinan rumah tangga, hingga teknik sederhana daur ulang yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar. Tampilan website dibuat sederhana, interaktif, dan ramah pengguna, sehingga memudahkan semua kalangan untuk mengakses informasi.
Tidak hanya berhenti pada pembuatan website, mahasiswa juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga RT 03 RW 03 mengenai cara memanfaatkan website ini. Pada kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada fitur-fitur utama website, cara mengakses informasi, serta pentingnya partisipasi aktif dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah plastik berbasis 3R.
Dengan adanya inovasi ini, program KKN diharapkan tidak hanya memberi solusi jangka pendek dalam pengurangan sampah plastik, tetapi juga menjadi langkah awal menuju keterbukaan informasi publik yang berkelanjutan. Website Access to Public Information berfungsi sebagai jembatan digital yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan dan regulasi, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif bahwa pengelolaan limbah plastik adalah tanggung jawab bersama.
Edukasi Visual tentang Jenis-Jenis dan Kegunaan Plastik serta Dampak Negatif Penggunaan Plastik pada Kehidupan Sehari-hari oleh Zulfa Fatwa Aulia
Mahasiswa dari Tim 82 KKN-T Universitas Diponegoro memberikan edukasi kepada warga RT 03 RW 03 Kelurahan Mijen dengan judul “Edukasi Visual tentang Jenis-Jenis dan Kegunaan Plastik serta Dampak Negatif Penggunaan Plastik pada Kehidupan Sehari-hari".
Program ini diinisiasi oleh Zulfaa Fatwa Aulia, mahasiswi program studi Agribisnis, sebagai bentuk kepedulian kepada warga dalam meningkatkan pengetahuan warga terkait jenis-jenis, kegunaan, dan dampak negatif penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, warga diperkenalkan berbagai jenis plastik beserta contohnya, kegunaan, hingga dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, edukasi dilakukan dengan metode visual yang menampilkan gambar, contoh nyata, serta penjelasan interaktif.
Hal ini bertujuan agar informasi mengenai jenis-jenis plastik, kegunaannya, serta dampak negatif yang ditimbulkan dapat lebih mudah dipahami oleh warga dari berbagai kalangan usia. Warga juga diajak mengenali kode-kode plastik yang tertera pada kemasan plastik sehari-hari, sehingga warga dapat menggunakan plastik secara tepat dan memilah sampah plastik sesuai jenis atau kodenya.
Dengan dilakukannya edukasi ini, harapannya masyarakat RT 03 RW 03 Kelurahan Mijen semakin bijak dalam penggunaan plastik dan pengelolaan sampah plastik. Masyarakat juga semakin terdorong untuk aktif memilah sampah, menyetorkannya ke bank sampah, serta mengelolanya menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Langkah ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan serta membantu mengurangi volume sampah plastik di lingkungan sekitar RT 03 RW 03 Kelurahan Mijen. Melalui program ini, warga diperkenalkan berbagai jenis plastik beserta contohnya, kegunaan, hingga dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, edukasi dilakukan dengan metode visual yang menampilkan gambar, contoh nyata, serta penjelasan interaktif. Hal ini bertujuan agar informasi mengenai jenis-jenis plastik, kegunaannya, serta dampak negatif yang ditimbulkan dapat lebih mudah dipahami oleh warga dari berbagai kalangan usia.
Warga juga diajak mengenali kode-kode plastik yang tertera pada kemasan plastik sehari-hari, sehingga warga dapat menggunakan plastik secara tepat dan memilah sampah plastik sesuai jenis atau kodenya. Dengan dilakukannya edukasi ini, harapannya masyarakat RT 03 RW 03 Kelurahan Mijen semakin bijak dalam penggunaan plastik dan pengelolaan sampah plastik.
Masyarakat juga semakin terdorong untuk aktif memilah sampah, menyetorkannya ke bank sampah, serta mengelolanya menjadi sesuatu yang bernilai guna. Langkah ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan serta membantu mengurangi volume sampah plastik di lingkungan sekitar RT 03 RW 03 Kelurahan Mijen.
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Bank Sampah, Biodiesel, Kesehatan, Keselamatan
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
18 Des 2025, 13:28 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB