Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hewan terestrial seperti reptil, domba, unggas, dan kelinci, serta memberikan edukasi kepada pengelola dan pengunjung mengenai pentingnya animal welfare. Inisiatif yang diberikan merupakan rancangan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di mini zoo.
Terdapat sepuluh mahasiswa Universitas Diponegoro yang turut berkontribusi dalam program tersebut, yakni Indana Zulfa Fauzia (Biologi), Alexius Adrian Beatle Kusuma (Agroekoteknologi), Aurora Jasmine Maghfira (Biologi), Intan Febriyan Chantiqa Putri (Matematika), Luthfan Alghifari Rafi (Hukum), Mayang Sofia Nirmala (Ekonomi Islam), Melati Aulia Suryaningtyas (Peternakan), M. Rheivazha Azzah Karsyah (Ilmu Pemerintahan), Muhammad Rifqy Fahrezi (Teknik Elektro), dan Zulfa Annisa Rahmah (Matematika).
Program ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari penanaman rumput yang termasuk dalam perbaikan kandang mini zoo hingga pembuatan buku panduan. Program telah berjalan sejak pertengahan bulan Juli dan berakhir dengan penyerahan luaran program pada hari Jumat, 8 Agustus 2025 kepada Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yakni Muhamad Ar Rosyid, S. Ars..
Penyerahan luaran secara simbolis dengan menyerahkan buku panduan Pengelolaan dan Pemeliharaan Hewan pada Mini Zoo Lokamerta Berbasis Prinsip Animal Welfare. Mini zoo lokamerta secara keseluruhan belum memenuhi prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan, sehingga perlu segera diberikan penanganan.
Mayang Sofia Nirmala (Ekonomi Islam) bersama dengan Melati Aulia Suryaningtyas (Peternakan), memberikan strategi terkait perawatan hewan di mini zoo dan kartu kontrol kesehatan ternak. Perbaikan manajemen pengelolaan hewan dan peningkatan kapasitas pengelola atau anggota Pokdarwis perlu dilakukan untuk keberlanjutan mini zoo di Lokamerta.
Selain itu, juga dijelaskan terkait dampak ekonominya, dimana pengunjung dan pendapatan berkurang akibat tidak memperhatikan animal welfare. Evaluasi kondisi reptil yang terdapat pada mini zoo yakni ular dan iguana juga dilakukan oleh Aurora Jasmine Maghfira (Biologi), luaran yang diberikan berupa buku kontrol terkait manajemen perawatan iguana.
Pada majalah dinding yang terdapat di sekitar lokamerta juga telah ditempel poster bahaya zoonosis oleh Indana Zulfa Fauzia (Biologi), dimana menjaga kesejahteraan hewan menjadi salah satu bentuk pencegahan zoonosis. Poster tersebut menyantumkan bagaimana penularan zoonosis dapat terjadi, contoh zoonosis, serta tindakan preventif yang dapat dilakukan.
Pemberian pakan serta kebersihan kandang yang tidak teratur menyebabkan potensi kematian yang tinggi pada hewan di mini zoo. Mahasiswa KKN yakni Zulfa Annisa Rahmah (Matematika) dan M. Rheivazha Azzah Karsyah (Ilmu Pemerintahan) turut membantu menambahkan jadwal perawatan kelinci dan domba yang dipasang di sekitar kandang kelinci dan domba agar dapat dilakukan perawatan harian juga mingguan.
Renovasi kandang kelinci oleh Intan Febriyan Chantiqa Putri (Matematika) turut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada kelinci. Renovasi yang dilakukan adalah penambahan area naungan di bagian bawah dan saluran pembuangan kotoran kelinci yang lebih baik.
Penataan ulang kandang diperlukan dengan tujuan mengurangi stres pada kelinci. Pemindahan kandang hasil renovasi ke Lokamerta dilaksanakan pada Senin, 4 Agustus 2025.
Kandang domba di mini zoo Lokamerta juga belum memenuhi prinsip animal welfare, dimana aerasi pada kandang dinilai kurang baik dan terlalu panas untuk domba. Kandang domba seharusnya memiliki suhu yang berkisar 250 – 31°C.
Muhammad Rifqy Fahrezi dari Teknik Elektro Universitas Diponegoro, memberikan kontribusi berupa pembuatan blower dengan sensor suhu, kelembaban, dan gas amonia. Blower akan menyala pada kondisi suhu, kelembaban, dan gas amonia tertentu. Alat tersebut diharapkan dapat membantu aerasi kandang domba yang lebih baik.
Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Diponegoro yakni Alexius Adrian Beatle Kusuma memberikan materi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu untuk Menegakkan Prinsip Zero Waste, dengan luarannya berupa leaflet.
Materi tersebut berisi tentang penggunaan limbah dari peternakan dan pertanian yang dapat saling digunakan kembali. Limbah dari pertanian yang dapat digunakan sebagai pakan ternak, dan limbah peternakan yang dapat diolah menjadi pupuk pertanian. Selain berfokus pada kondisi hewan dan kandang pada mini zoo Lokamerta, juga diberikan materi terkait Tata Kelola dan Etika Interaksi di Mini Zoo oleh Luthfan Alghifari Rafi (Hukum).
Perilaku pengunjung yang belum sepenuhnya memahami batasan interaksi dengan satwa dapat berisiko menimbulkan stres pada hewan, membahayakan keselamatan pengunjung, dan dapat menurunkan kualitas lingkungan wisata khususnya pada mini zoo.
Seluruh materi dari kelompok 5 dan kelompok lain dalam Tim 56 KKN IDBU dijadikan satu dalam booklet yang telah diserahkan kepada Ketua Pokdarwis. Luaran-luaran yang diberikan harapannya dapat membantu meningkatkan pengelolaan dan operasional dari mini zoo Lokamerta.
Kata Kunci : KKN undip, Klaten, Mini Zoo, Lokamerta, Animal Welfare
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB