Sasaran kegiatan yaitu Mas Mardiyono selaku pemilik Bangsal Wedhus Marimulyo di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 yang dimulai dari pukul 16.00 WIB.
Hal yang melatarbelakangi kegiatan ini yaitu pengelolaan limbah kotoran domba yang masih menjadi tantangan. Meskipun limbah kotoran domba di Bangsal Wedhus Marimulyo telah diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat, namun belum sepenuhnya dapat memaksimalkan potensi ekonomi dan lingkungan yang terkandung di dalamnya.
Di sisi lain, hobi aquascape sebagai seni menata tanaman air di dalam aquarium sedang mengalami tren peningkatan. Komponen terpenting aquascape yaitu substrat atau media tanam yang berfungsi sebagai nutrisi bagi tanaman air, namun substrat aquascape yang berkualitas tinggi seringkali memiliki harga yang cukup mahal.
Berdasarkan permasalahan diatas, sekelompok mahasiswa FPIK berinisiatif untuk menghubungkan kedua hal tersebut. Uji coba dan pengembangan dilakukan untuk membuktikan bahwa kompos kotoran domba dapat diolah menjadi substrat soil aquascape yang berkualitas tinggi.
Selain efektif dalam menutrisi tanaman air, penggunaan kompos domba juga menawarkan solusi ramah lingkungan dan ekonomis bagi para penghobi aquascape.
Program kerja diawali dengan survey terlebih dahulu ke Bangsal Wedhus untuk mengetahui ketersediaan bahan utama berupa pupuk domba yang akan digunakan dalam pembuatan substrat soil. Survey ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kuantitas bahan agar sesuai dengan kebutuhan produksi.
Setelah memastikan kesediaan bahan, kegiatan dilanjutkan dengan tahap proses pembuatan substrat soil yang berlangsung selama tiga hari termasuk masa pengeringan. Tahapan ini meliputi pengolahan pupuk domba bersama bahan pendukung lainnya yaitu bentonite clay, tanah humus, dan air.
Tahapan berikutnya adalah masa uji coba substrat soil yang dilakukan terhadap tanaman aquascape. Uji coba ini dilakukan untuk menilai daya dukung media tanam terhadap pertumbuhan tanaman, termasuk pengamatan warna, jumlah, dan panjang daun.
Pada rangkaian akhir program kerja dilakukan sosialisasi bersama dengan mitra, yaitu Mas Mardiyono selaku pemilik Bangsal Wedhus untuk membahas hasil uji produk.
Diskusi ini mencakup evaluasi keunggulan dan kelemahan produk substrat soil, potensi pengembangan, serta rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas produk di masa mendatang.
Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa Tim KKN-T 146 menghasilkan dampak yang positif. Pelaku usaha Bangsal Wedhus Marimulyo menyambut dengan antusiasme tinggi dan melihatnya sebagai solusi atas tantangan pengelolaan limbah kotoran domba untuk menjadi produk bernilai jual.
Mahasiswa berhasil menyederhanakan metode pengolahan kompos domba menjadi substrat soil aquascape yang mudah dipraktekkan dengan peralatan yang sederhana.
Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, substrat hasil inovasi ini terbukti memiliki kualitas tinggi dan efektif dalam menunjang pertumbuhan tanaman air karena adanya kandungan nutrisi esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
Dalam sesi sosialisasi, Mas Mardiyono selaku pemilik Bangsal Wedhus menyampaikan ketertarikannya terhadap produk substrat soil yang dihasilkan. Ia menilai media tanam ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara luas, terutama bagi pecinta aquascape yang membutuhkan media ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
Selain itu, Mas Mardiyono juga mengusulkan kemungkinan pengembangan produk dengan mencoba cara atau metode lain dalam proses pembuatannya, seperti variasi komposisi bahan atau teknik yang berbeda, guna melihat perbandingan hasil dan menemukan formula yang lebih optimal. Usulan ini menjadi masukan berharga untuk pengembangan produk di tahap selanjutnya.
Akhir dari kegiatan ini menjadi momen penting untuk melihat bahwa pupuk domba ternyata bisa diolah menjadi substrat soil yang bermanfaat untuk aquascape.
Dukungan dan ide dari Mas Mardiyono dan Tim KKN-T 146 membuka peluang untuk pengembangan dan penyempurnaan produk. Harapannya hasil dari program kerja ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi dunia aquascape maupun pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai tambah.
Nama Penulis:
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Bangsal Wedhus Marimulyo, Aquascape, Substrat Soil
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 9:40 WIB