Modern
Modern
Home
»
Lokawisata
»
Detail Berita


Tiongkok Kecil Heritage Lasem, Jejak Sejarah Perjuangan Tionghoa Indonesia di Rembang

Foto: Obyek wisata Tiongkok Kecil atau Rumah Merah di Lasem Rembang, Jawa Tengah.
Modern
Oleh : Reporter Wisata

Rembangg, Gojateng.com — Lasem, sebuah kota kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dikenal sebagai Tiongkok Kecil karena memiliki jejak sejarah panjang hubungan antara masyarakat lokal dengan komunitas Tionghoa sejak berabad-abad lalu.

Di kawasan ini, wisatawan dapat menemukan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang begitu kental, tercermin dari bangunan tua, perkampungan bersejarah, hingga tradisi yang masih hidup hingga kini.

Tiongkok Kecil Heritage di Lasem menjadi destinasi wisata budaya yang tak hanya memikat mata, tetapi juga memperkaya wawasan tentang harmoni dua kebudayaan besar yang hidup berdampingan.

Berjalan di kawasan ini serasa melintasi lorong waktu. Rumah-rumah tua bergaya arsitektur Tionghoa dan kolonial masih berdiri kokoh, dindingnya dipenuhi ornamen khas yang menawan.

Tak heran bila banyak wisatawan menyebut Lasem sebagai “perkampungan sejarah” yang hidup, karena hampir setiap sudutnya menyimpan kisah masa lalu yang menarik untuk dijelajahi.

Jejak Sejarah dan Warisan Budaya

Sejarah Lasem tak lepas dari kedatangan komunitas Tionghoa pada abad ke-14, yang kemudian berbaur dengan masyarakat Jawa setempat.

Dari sinilah lahir sebuah peradaban yang unik, ditandai dengan tradisi membatik Lasem yang hingga kini tetap bertahan.
Batik Lasem terkenal dengan warna merah darah ayam yang khas, diyakini terinspirasi dari teknik pewarnaan Tionghoa.

Selain batik, warisan arsitektur juga menjadi daya tarik utama. Rumah-rumah kuno dengan gerbang besar, halaman luas, dan ukiran kayu yang detail masih dapat ditemui di sepanjang jalan utama Lasem.

Beberapa bangunan bahkan sudah berusia lebih dari dua abad. Ada pula kelenteng tua seperti Kelenteng Cu An Kiong yang menjadi pusat spiritual sekaligus simbol akulturasi budaya.

Keberadaan situs-situs ini membuat Lasem dijuluki “Tiongkok Kecil” yang autentik di pesisir utara Jawa.
Bagi pecinta sejarah, berkunjung ke Lasem akan membuka banyak cerita tentang perjuangan melawan penjajah Belanda.

Konon, Lasem menjadi salah satu basis penting perlawanan Laskar Tionghoa-Jawa pada abad ke-18.
Nuansa historis inilah yang menjadikan Lasem berbeda dari kota-kota lain di pesisir Jawa.

Fasilitas Wisata dan Aktivitas Menarik

Mengunjungi Tiongkok Kecil Heritage tidak sekadar berjalan-jalan menyusuri bangunan tua. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas dan aktivitas yang disediakan di kawasan ini.

Beberapa rumah kuno telah beralih fungsi menjadi homestay dan kafe, sehingga wisatawan dapat merasakan langsung atmosfer tinggal di rumah bersejarah.

Suasana malam di dalam rumah kuno memberikan pengalaman yang tak terlupakan, seolah kembali ke masa lalu.
Wisatawan juga bisa mengikuti tur kampung heritage yang dipandu oleh pemandu lokal. Tur ini biasanya mencakup kunjungan ke rumah-rumah bersejarah, kelenteng, dan sentra batik Lasem.

Bahkan, pengunjung dapat belajar langsung membatik dengan motif khas Lasem sebagai bagian dari pengalaman wisata budaya.

Fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet umum, hingga pusat informasi wisata sudah tersedia di kawasan ini.
Untuk kebutuhan kuliner, wisatawan bisa menemukan banyak pilihan makanan khas, mulai dari sate serepeh, lontong tuyuhan, hingga olahan seafood segar khas pesisir Rembang. Semua itu melengkapi pengalaman berwisata di Lasem.

Transportasi dan Aksesibilitas

Lasem terletak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Rembang, atau dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 20–30 menit.

Bagi wisatawan dari luar kota, akses menuju Lasem cukup mudah. Dari Semarang, perjalanan ke Rembang memakan waktu sekitar 3,5 jam melalui jalur Pantura.

Jika datang dari Surabaya, waktu tempuhnya kurang lebih 4 jam. Transportasi umum seperti bus antar kota tersedia dan berhenti di terminal Rembang, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan angkutan lokal atau ojek menuju kawasan heritage.

Menggunakan kendaraan pribadi akan memberi keleluasaan lebih karena pengunjung bisa sekaligus menjelajahi destinasi wisata lain di sekitar Rembang. Jalan menuju Lasem berada di jalur utama Pantura, sehingga aksesibilitasnya cukup baik untuk segala jenis kendaraan.

Keunikan Lasem yang Tak Tergantikan

Daya tarik utama Tiongkok Kecil Heritage adalah keautentikan suasana yang masih terjaga hingga kini. Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki warisan budaya Tionghoa-Jawa sekuat Lasem.

Perpaduan arsitektur, tradisi membatik, dan nilai sejarah menjadikannya destinasi wisata yang sarat makna.
Bagi wisatawan, berjalan di gang-gang Lasem memberikan sensasi berbeda, karena setiap bangunan seakan menyimpan cerita yang bisa diceritakan kembali.

Suasana harmonis antara masyarakat Jawa dan Tionghoa yang terjalin sejak ratusan tahun lalu pun masih terasa kental.
Hal ini menjadikan Lasem sebagai simbol toleransi dan akulturasi budaya yang patut dibanggakan.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, Tiongkok Kecil Heritage tidak hanya menarik bagi wisatawan domestik, tetapi juga memiliki daya pikat bagi wisatawan mancanegara.

Pesona sejarah, budaya, dan kehangatan masyarakat lokal menjadikan Lasem sebuah destinasi yang akan selalu meninggalkan kesan mendalam. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Obyek wisata Tiongkok Kecil Heritage Lasem, Jejak Sejarah Perjuangan Tionghoa di Rembang, Jawa Tegah

Sorotan


Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat

Daerah

MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from Exploitation

Daerah

Workshop MARINA Talks: Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) Migran Asal Jawa Tengah dari Praktik Eksploitasi

Daerah

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Termometer Digital: Solusi Tepat Jaga Kualitas Gula Aren oleh Mahasiswa Kemendiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Saringan Nylon, Solusi Jaga Kebersihan dan Mutu Gula Aren

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Tentang Restorasi Mikro Guna Mendukung Program SDGs 13 dan 15

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Kebersihan di Rumah Produksi Gula Aren untuk Mendukung SDGs 3 dan 6

Daerah

Edukasi Pajak Pertambahan Nilai Kepada Remaja Masjid di Dukuh Tumbrep Batang melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa Undip Tanamkan Kesadaran Pajak Hiburan pada Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Remaja tentang Pentingnya Investasi di Era Digital melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Program “SADAR” untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua