Besarnya utang ini membuat penyelamatan dari pemerintah menjadi sulit tanpa membebani anggaran negara.
Sritex juga mengalami krisis likuiditas yang parah dan defisit modal, yang berarti aset perusahaan tidak cukup untuk menutupi utangnya. Hal ini membuat investor dan kreditur kehilangan kepercayaan terhadap kelangsungan bisnisnya.
Meskipun ada upaya penyelamatan, termasuk dari pemerintah, besarnya beban utang dan kondisi keuangan yang sudah kritis membuat intervensi menjadi tidak efektif.
Kepailitan Sritex menjadi pelajaran berharga bagi industri tekstil Indonesia bahwa manajemen keuangan yang sehat dan adaptasi terhadap perubahan pasar sangat penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis. (*)
Kata Kunci : Sejarah panjang perjalanan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang secara resmi akan tutup permanen pada 1 Maret 2025.
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Nasional
22 Des 2025, 11:48 WIB
Daerah
18 Des 2025, 13:28 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB