Modern
Modern
Home
»
Historia
»
Detail Berita


Napak Tilas Jejak Arthur Rimbaud: Dubes Prancis di Ambarawa dan Salatiga

Foto: Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN meresmikan peletakan plakat penyair Arthur Rimbaud
Modern
Oleh : Joko Yuwono

Salatiga, Gojateng.com — Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, melakukan perjalanan napak tilas mengenang jejak penyair legendaris Prancis, Arthur Rimbaud, di Ambarawa dan Salatiga (5/12/2024).

Duta Besar Prancis tiba di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Kamis (5/12/2024) disambut Direktur Utama PT KAI Wisata, Hendy Helmy beserta pejabat Kareta Api Indonesia lainnya.

Kegiatan napak tilas ini tak hanya sekedar mengenang perjalanan Arthur Rimbaud yang diketahui pernah tinggal di Ambarawa dan Salatiga, tetapi juga diharapkan mampu mempererat hubungan sejarah antara Prancis dan Indonesia.

Penyair Prancis Arthur Limbaud merupakan seorang penyair eksentrik yang terkenal dengan karya-karyanya yang mendobrak tradisi. Dalam catatan pribadinya, Arthur tiba di Semarang pada 1 Agustus 1876. Dari sana, ia menaiki kereta menuju Stasiun Tuntang sebelum melanjutkan perjalanan ke Salatiga dengan berjalan kaki bersama serdadu Belanda.

Musem Kereta Api Ambarawa

Di Museum Kereta Api Ambarawa, Penone mengamati arsip dan koleksi lokomotif tua. Ia juga mencoba pengalaman menaiki kereta api uap yang legendaris, sebuah perjalanan nostalgia sejauh sekitar satu jam menuju Stasiun Tuntang.

"Saya sangat senang berkesempatan menaiki kereta ini. Pemandangan indah, suasana yang damai, dan kesempatan berbincang menjadikan perjalanan ini kenangan yang tak terlupakan," kata Penone.

Sebagai bagian dari peringatan tersebut, sebuah plakat dipasang di Stasiun Tuntang. Plakat ini mengabadikan fakta sejarah bahwa Arthur Rimbaud sempat singgah di sana pada 2-15 Agustus 1876, ketika ia bertugas di Salatiga.

Penone berharap, peringatan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan Prancis untuk mengunjungi Ambarawa, Tuntang, dan Salatiga sebagai destinasi bersejarah.

Jejak Rimbaud di Salatiga

Napak tilas berlanjut ke Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, tempat Rimbaud tinggal selama dua minggu. Rumah ini kini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Penone menggambarkan perjalanan Rimbaud sebagai misteri.

Setelah singgah di Salatiga, Rimbaud kembali ke Prancis empat bulan kemudian, tanpa alasan yang jelas.

"Motivasi Arthur melaksanakan perjalanan luar biasa ini hingga kini tetap tidak jelas. Namun, kita tahu bahwa puisi-puisinya mengandung sejumlah rujukan tentang Indonesia," ungkap Penone.

Seremoni di Salatiga juga menandai perayaan hubungan historis antara Prancis dan Indonesia. Plakat yang dipasang di rumah dinas tersebut menjadi simbol penting bagi hubungan budaya kedua negara.

Penyair yang Melampaui Zaman

Arthur Rimbaud, lahir pada 20 Oktober 1854 di Charleville, Prancis, dikenal sebagai penyair revolusioner yang meninggalkan jejak mendalam dalam sastra modern.

Rimbaud mulai menulis puisi pada usia remaja dan menghasilkan karya-karya terkenal seperti A Season in Hell (1873) dan Illuminations (1874).

Gayanya yang avant-garde dan pemikirannya yang melawan arus menjadikan Rimbaud sebagai tokoh ikonik dalam gerakan simbolisme.

Namun, pada usia 21 tahun, Rimbaud tiba-tiba berhenti menulis puisi dan memilih hidup nomaden. Ia mengembara ke berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk bekerja sebagai tentara bayaran, pedagang, dan penjelajah.

Perjalanan ke Jawa pada tahun 1876 adalah salah satu bagian dari hidupnya yang penuh teka-teki. Banyak yang percaya bahwa pengalaman Rimbaud di tempat-tempat yang jauh, termasuk Salatiga, memengaruhi karya-karyanya meskipun ia tidak lagi menulis secara aktif.

Rimbaud dikenal dengan sifatnya yang kontroversial, sering kali menantang norma masyarakat pada zamannya. Sikapnya yang penuh kebebasan dan semangat eksplorasi membuatnya dianggap sebagai "penyair kutukan" (poète maudit). Meski singkat, karier sastranya memberikan dampak besar yang masih dirasakan hingga hari ini.

Menarik Wisatawan dengan Sejarah

Kunjungan Dubes Penone dan pemasangan plakat di Stasiun Tuntang dan Rumah Dinas Wali Kota Salatiga diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan Prancis.

Direktur PT KAI Wisata, Hendy Helmy, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melestarikan sejarah dan budaya perkeretaapian di Indonesia.

"Tuntang dan Ambarawa adalah bagian dari sejarah. Ini bukan hanya warisan nasional, tetapi juga warisan dunia," ujarnya.

Penone juga optimistis bahwa hubungan historis ini akan memberikan dampak positif bagi wisatawan Prancis yang mengunjungi Indonesia.

Dengan adanya jejak sejarah seperti ini, wisatawan akan merasa terhubung secara personal dengan destinasi-destinasi tersebut.

Merayakan Warisan Bersama

Melalui peringatan ini, tidak hanya perjalanan singkat Arthur Rimbaud yang diabadikan, tetapi juga hubungan erat antara dua budaya yang berbeda.

Jejak Rimbaud di Ambarawa dan Salatiga menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya milik masa lalu, tetapi juga jembatan yang menghubungkan kita dengan masa depan. Dengan menjadikan destinasi-destinasi ini sebagai objek wisata unggulan,

Indonesia dan Prancis dapat terus mempererat hubungan budaya dan sejarah mereka, memperkaya kedua bangsa melalui warisan bersama.

"Melalui seremoni ini, kita merayakan hubungan historis yang mendalam antara Prancis dan Indonesia. Saya yakin akan semakin banyak orang Prancis yang tertarik mengunjungi Ambarawa dan Salatiga untuk merasakan langsung jejak sejarah ini." kata Penone menutup kunjungannya. (*)

Halaman :

Kata Kunci : Dubes Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, melakukan perjalanan napak tilas mengenang jejak penyair legendaris Prancis, Arthur Rimbaud, di Ambarawa dan Salatiga

Sorotan


SEMINAR HASIL UKM-F SEAWEED 2025: ORGANISASI SEAWEED UNDIP GELAR SEMINAR HASIL TERHADAP PENELITIAN BIOTEKNOLOGI DAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PEMANFAATAN RUMPUT LAUT BERKELANJUTAN

Daerah

Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat

Daerah

MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from Exploitation

Daerah

Workshop MARINA Talks: Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) Migran Asal Jawa Tengah dari Praktik Eksploitasi

Daerah

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Termometer Digital: Solusi Tepat Jaga Kualitas Gula Aren oleh Mahasiswa Kemendiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek Mahasiswa UNDIP Maksimalkan Potensi Gula Aren Desa Tumbrep melalui Program Pengadaan Saringan Nylon, Solusi Jaga Kebersihan dan Mutu Gula Aren

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Tentang Restorasi Mikro Guna Mendukung Program SDGs 13 dan 15

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Edukasi Kebersihan di Rumah Produksi Gula Aren untuk Mendukung SDGs 3 dan 6

Daerah

Edukasi Pajak Pertambahan Nilai Kepada Remaja Masjid di Dukuh Tumbrep Batang melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa Undip Tanamkan Kesadaran Pajak Hiburan pada Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Remaja tentang Pentingnya Investasi di Era Digital melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua