Modern
Modern
Home
»
Gojapan
»
Detail Berita


Kecantikan dan Keanggunan Abadi Dalam Kimono, Busana Tradisional Jepang

Foto: Hakubi Kyoto Kimono School, Kanagawa (kanagawa.jp)
Modern
Oleh : Anne Marie Heidija

Semarang, Gojateng.com -- Di antara berbagai ikon budaya Jepang, Kimono berdiri sebagai simbol yang paling elegan dan bersejarah. Busana tradisional ini tidak hanya mencerminkan keindahan estetika Jepang, tetapi juga menyimpan nilai-nilai mendalam tentang tradisi, status sosial, dan ekspresi seni.

Dari pesta pernikahan hingga perayaan musim, kimono menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jepang yang terus lestari hingga saat ini.

Asal-Usul dan Sejarah Kimono

Sejarah kimono dapat ditelusuri hingga periode Heian (794–1185), meskipun bentuk awalnya jauh berbeda dengan kimono modern. Pada masa itu, pakaian tradisional Jepang dikenal dengan nama Kosode, yang berarti "lengan pendek".

Kosode adalah busana sehari-hari yang sederhana, tetapi pada zaman ini juga mulai muncul tren berlapis-lapis pakaian yang dikenal sebagai Juni-Hitoe, atau "dua belas lapis pakaian".

Pada periode Edo (1603–1868), kosode berevolusi menjadi kimono seperti yang kita kenal sekarang. Saat itu, kimono bukan hanya pakaian sehari-hari, tetapi juga menjadi indikator status sosial dan ekonomi.

Motif, warna, dan bahan yang digunakan pada kimono menunjukkan kelas sosial pemakainya. Misalnya, samurai biasanya memakai kimono dengan desain yang lebih sederhana, sementara kalangan pedagang yang kaya sering kali mengenakan kimono dengan motif yang rumit dan warna cerah.



Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Sejarah Kimono berawal dari periode Heian (794–1185), busana tradisional Jepang ini tidak hanya mencerminkan keindahan estetika.

Sorotan


Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Bahaya Judi Online bagi Remaja Desa Tumbrep melalui Program Pendampingan Masyarakat Kemdiktisaintek 2025

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Hak dan Perlindungan Remaja di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Sosialisasi Bahaya Merokok Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP, Remaja Desa Tumbrep Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Aquaponik, Inovasi Hijau untuk Agroekowisata Edukasi Anak Sekolah oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Daerah

Pasang Iklan

Pilihan Redaksi

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Dorong Kesadaran Pengelolaan Sampah Lewat Program "Lindungi Lingkungan" di Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Daerah

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Program “SADAR” untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa Tumbrep

Daerah

Pasang Iklan

Baca Juga

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Pasang Kaca Cembung untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas di Desa Tumbrep

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN Undip Membuat Peta Titik Rekomendasi Penjualan Gula Aren Semut

Daerah

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN Undip Membuat Plang Edukasi Sampah Guna Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat

Daerah

Mengenal 12 Tipe Bonsai, Seni Miniatur Pohon yang Memikat Hati

Gojapan

KKN UPGRIS Kelurahan Ungaran Kenalkan Permainan Tradisional Berupa Egrang Kepada Anak-anak RW 10 Kelurahan Ungaran

Daerah

Pasang Iklan

Berita Lainnya

Semangat Warga Desa Diwak dan Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS Menyatu dalam Senam Pagi

Daerah

Mahasiswa PGRI Semarang Berhasil Mewujudkan Sekolah Bebas Bullying di SD Negeri Diwak

Daerah

Sosialisasi Cuci Tangan oleh Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang

Daerah

Mahasiswa KKN Tim IDBU 22 Lakukan Perawatan Gamelan Logam di Kelompok Kesenian Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi

Daerah

Bayar PBB Kini Cukup Dari Rumah! Mahasiswa KKN Permudah Warga Desa Dersansari dengan Layanan Online

Daerah

Pasang Iklan
Goenglish
Lihat Semua