Program ini merupakan salah satu kontribusi yang dilakukan mahasiswa dalam memecahkan permasalahan keterbatasan lahan sempit. Melalui sistem hidroponik sistem rakit apung, masyarakat dapat memanfaatkan ruang sempit di sekitar rumah untuk menghasilkan produk sayuran sehat. Budidaya hidroponik dapat dijadikan solusi karena sederhana, ramah lingkungan, dan dapat dilakukan secara mandiri.
Program diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar hidroponik oleh Agatha Puspa Salsabila, mahasiswa Ilmu Kelautan. Pada pemaparan ini, peserta diperkenalkan pada prinsip dasar bertani dengan sistem hidroponik serta penjelasan mengenai berbagai jenis tanaman yang dapat dibudidayakan melalui metode hidroponik.
Selanjutnya yaitu penyampaian materi mengenai kenali, cegah, dan atasi hama penyakit hidroponik oleh Amarilis Karina Putri, mahasiswa Agroekoteknologi. Pada sesi iniAmarilis memaparkan mengenai jenis, gejala, dan tanda hama penyakit yang menyerang pada tanaman hidroponik kemudian cara mengatasi dan cara pengendaliannya dalam bentuk infografis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan demostrasi melalui praktik langsung yang dipandu oleh Lintang Ayu Maulida, mahasiswa Biologi melalui hidroponik rumahan dengan teknik rakit apung. Dalam sesi demostrasi, peserta diperlihatkan mengenai langkah-langkah sederhana dari merakit wadah, memberikan larutan nutrisi, menyemai, hingga menanam bibit, sehingga peserta dapat langsung mempraktikan secara mandiri di rumah.
Melalui program kerja ini, KKN-T IDBU UNDIP Tim 82 berharap edukasi dan demostrasi yang telah diberikan dapat menambah wawasan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan sempit menjadi pengembangan hidroponik skala rumah tangga secara berkelanjutan. Bertani dengan sistem hidroponik diharapkan tidak hanya menjadi solusi penyedia pangan sehat, tetapi juga meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kata Kunci : KKN, Undip, Semarang, Mijen, Hidroponik, PKK, Bertani
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
Daerah
18 Des 2025, 13:28 WIB
Daerah
05 Des 2025, 11:17 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:20 WIB
Daerah
27 Nov 2025, 14:09 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:58 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 17:53 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:31 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 14:03 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 12:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:57 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:48 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:40 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:33 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:25 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:10 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 11:02 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:22 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:13 WIB
Daerah
13 Nov 2025, 10:02 WIB