Be You Be True
Be You Be True
Recover Together, Recover Stronger
Home / News / Ragam

Covid-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Begini Penjelasan Para Ilmuwan

Kamis - 12 Nov 2020, 16:22 WIB
Foto: Ilustrasi sindemi Covid-19
Annual Fashion Sale
Editor : Joko Yuwono

Jakarta, Gojateng.com -- Dalam beberapa bulan terakhir berbagai negara mengambil langkah yang berbeda untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ada yang memberlakukan pembatasan ketat, dan ada pula yang lebih fleksibel—tergantung tingkat penyebaran di wilayah masing-masing.

Di Eropa, misalnya, banyak negara di benua tersebut kembali menerapkan pembatasan sosial dan bahkan memberlakukan karantina wilayah alias lockdown setelah mencatat rekor penambahan jumlah kasus. Selandia Baru, di sisi lain, menjalankan kesiagaan terendah.

Walau banyak variasi kebijakan yang diterapkan, sejumlah ilmuwan dan pakar kesehatan berpendapat bahwa strategi-strategi itu masih terlalu terbatas untuk menghentikan laju infeksi.

"Semua intervensi kita berfokus pada memotong jalur penularan virus untuk mengendalikan penyebaran patogen," kata Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet, baru-baru ini dalam sebuah tulisan editorial.

Baca Juga: Deny Hendrawati: Keunikan Prinsip Syariah Solusi Pemberdayaan Ekonomi Umat

Menurut Horton, Covid-19 semestinya bukan dianggap sebagai pandemi, melainkan sebagai "sindemi".

Sindemi sejatinya adalah akronim yang menggabungkan kata sinergi dan pandemi.

Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri secara sendiri.

Baca Juga: Kolaborasi adalah Kunci Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah

Halaman :

Kata Kunci : sindemi covid-19

Bank Indonesia
Rekomendasi
Berita Lainnya
BUMN Bersatu
Pasang Iklan
Berita Foto
Blibli dot com
English CHANNEL
Lihat Semua
Ohayo CHANNEL
Lihat Semua