SDM Unggul Indonesia Maju

HOME News Wisata

Wisata Alam Rawa Pening Siap Menuju Lokawisata Kelas Dunia

Selasa, 25 Februari 2020 38

Wisata Alam Rawa Pening Siap Menuju Lokawisata Kelas Dunia

Foto : Keindahan Alami di Rawa Pening

GoJateng.com, Salatiga. Danau Rawa pening berada di antara 4 kecamatan sekaligus yaitu, Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Selain itu, letak danau ini berada di cekungan terendah dari tiga gunung yaitu Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

sebagian besar seluruh kawasan Indonesia adalah air dimana, banyak yang menyebutkan bila ingin mengenal Indonesia maka, kita harus mengenal air. Tidak berlebihan memang karena, dunia bawah laut negeri ini diakui sebagai, dunia bawah laut yang paling indah di dunia. Bahkan, tidak hanya ada satu tempat saja. Hampir 7 tempat, memiliki pesona yang ciamik sekali.

Air memang tidak harus melalui dunia bawah laut. Bisa juga dengan pantai atau danau. Seperti halnya danau toba yang berada di wilayah Sumatera Utara. Kawasan ini, juga menjadi pengakuan dunia memiliki tempat yang sangat indah. Seperti halnya itu pula di wilayah Semarang juga mempunyai sebuah danau yang tidak kalah.

Rawa Pening adalah nama dari objek wisata ini. Tempat rekreasi ini menjadi sebuah primadona dan begitu favorit di Jawa Tengah dan sekitanya.

Mengenal Rawa Pening
Rawa pening diambil dari dua kata yaitu, rawa dan pening. Kata "Pening" sebenarnya diambil dari nama Bening. Hal tersebut dapat dilihat dari sebuah danau yang mempunyai air yang begitu jernih.

Danau Rawa pening berada di antara 4 kecamatan sekaligus yaitu, Ambarawa, Bawen, Tuntang, Banyubiru, Selain itu, letak danau ini berada di cekungan terendah dari tiga gunung sekaligus yaitu Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran. Menarik bukan tempat wilayah wisata ini.

Luas danau yang ada di sini pun cukup luas kurang lebih 2.670 hektar. Danau ini pun di tumbuhi dengan beberapa enceng gondok. Tanaman ini memang sedikit mengganggu pemandangan. Tetapi, sangat berguna bagi ikan-ikan sebagai tempat perlindungan mereka dari sengatan terik matahari.

Sayangnya, pertumbuhan enceng gondok ini terlalu pesat sehingga, menimbulkan sebuah masalah baru yaitu pendangkalan. Sebenarnya, sudah banyak cara dilakukan untuk menghambat laju pertumbuhan dari enceng gondok ini. Seperti, dibuat kerajinan. Sayangnya, pemanfaatan ini tampak kurang begitu maksimal.

Sejarah, Misteri dan Mitos
Kawasan yang indah ini memiliki sejarah, misteri, dan mitos yang menjadi bahan pembicaraan para warga yang datang ke kawasan ini. Menurut mereka, Rawa pening ini dahulu adalah sebuah desa. Nama desa tersebut bernama desa Malwapati. Dimana, desa ini terjadi luapan yang cukup besar.

Luapan ini begitu besar sehingga membuat wilayah desa terendam. Lalu dari mana air ini datangnya Nah, konon cerita, luapan air ini berasal dari sebuah lidi. Lidi ini bukan sembarang lidi, karena lidi yang tertancap ini merupakan lidi dari titisan ular naga.

Titisan ular naga ini bernama Baru Klinting, Dimana Baru klinting ini lahir dari istri Ki Hajar Salonkotoro. Beliau adalah orang yang terkenal sakti. Baru Klinting merasa sakit hati karena, saat ia mencarri makan penduduk desa seakan tidak menyukainya karena, baunya yang tidak enak. Akhirya ia pun mengadakan sayembara untuk mencabut lidi ini.

Daya Tarik
Rawa pening ini dikelola secara mandiri oleh penduduk warga sekitar para warga tersebut terdiri dari kelompok nelayan dan juga tani yang bergotong royong untuk membangun kawasan ini sehingga menjadi pesona wisata baru di kawasan wisata Semarang.

Kawasan ini merupakan sebuah kampung rawa, dimana ditengah-tengah lokasi ini terdapat sawah-sawah yang hijau dan menyejukan. Kemudian, di sisi selatan objek wisata kampung rawa terdapat pemandangan epik gunung merbabu dan juga gunung telomoyo. Luar biasanya sekali pemandangan gunung ini.

Pengunjung bisa memanfaatkan rumah makan apung yang berada di kawasan ini. Rumah makan apung ini mempunyai ciri khas makanannya yang sangat nikmat. 

Kawasan ini juga mempunyai wahana yang sangat menarik yaitu dengan hadirnya ATV, perahu karet, becak mini dan bebek air, rasakan keseruannya saat bermain-main wahana yang sudah disediakan ini. 

Seperti becak air yang dikenakan tarif sebesar 15 ribu rupiah untuk 15 menit. Kemudian, ATV dengan tarif 30 ribu untuk 15 menit. Kemudian ada pula perahu karet dengan tarif 15 ribu rupiah untuk 15 menit. Begitu pula dengan bebek air yang juga dikenakan harga 15 ribu rupiah.

Selain itu, pengunjung juga bisa memanfaatkan kawasan ini untuk memancing. Ada begitu banyak ikan yang sudah ada di sini. 

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk kawasan ini cukup murah hanya dengan 2500 rupiah saja. Harga yang cukup murah bukan. Ditambah dengan biaya parkir dimana tarif mobil dikenakan 5 ribu rupiah dan untuk motor dikenakan harga 3 ribu rupiah.

Jam operasional kawasan ini buka pada jam 8 pagi hingga pukul 9 malam. Waktu yang cukup panjang untuk menikmati sajian kuliner yang mengagumkan dan sangat nikmat. Rasakan cita rasa berbeda yang akan disajikan untuk kawasan ini.

Rawa pening adalah kawasan yang memiliki keindahan, terlebih lagi saat ini. Objek wisata ini menjadi viral dikalangan penggemar wisata alam. Bagaimana penasaran dengan kawasan ini saat ini? Ayo, ajak, sahabat, saudara, keluarga, teman dan pacar, ke kawasan yang akan dijadikan sebagai tempat wisata kelas dunia.

pupuk indonesia
pupuk kujang
pupuk kaltim
HPE
harga patokan eceran
smelter
migas
minerba
tambang
batubara
tambang
papua
freeport
Plantation Takeover
Mediator
Palm Oil Plantations for sale in Indonesia
tambang
biodiesel
b20
Moratorium
Perkebunan Kelapa Sawit
Plantation Directory
kendaraan listrik
motor listrik
macan asia
ePCS Plantation Software
Software in palm oil plantation
batubara
harga acuan batubara terbaru
mineral
pt timah pangkalpinang bangka belitung
sub-surface mining
tambang timah
Teknologi Terbaru untuk Mendorong Produktivitas Industri Pertambangan di Indonesia
Rentan Pencemaran
Perusahaan Tambang Diminta Terapkan CSR Lingkungan
Pilkada Serentak Jateng 2020
Wisata Curug Jenggala Purwokerto
Taman Nasional Karimunjawa Wisata Bawah Laut yang Jelita
Berita tambang terkini Hilirisasi Kunci Dongkrak Pendapatan Industri Tambang Nasional
Pemerintah Minta Perusahaan Tambang Lebih Transparan
Pemerintah Bakal Lakukan Reklamasi Tambang Ribuan Hektare
United Tractors Berencana Akuisisi Tambang Baru
Rawa Pening
sejarah tambang batubara di Indonesia
Tambang
Indonesian Mining Association
Pilkada Serentak Jateng 2020
Pilkada Serentak Jateng 2020
Mobil Baru Harus Servis Setelah Tempuh 1.000 Km
Kirab Keraton baru
Djipang Panolan
Blora
keraton agung sejagad
keraton djipang
kasultanan pajang
Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Meninggal
Agus Ujianto
Dokter bedah
Estimasi Jumlah Pengidap HIV Aids di Jawa Tengah Capai 48.000 Orang
Unnes
Pilpres
Jokowi
Persik Kendal
PSIS Semarang
Pengamat Dukung Langkah Ganjar Pranowo Tolak Pemulangan Eks ISIS
Corona Virus
Covid 19
Jawa Tengah
Candi Borobudur
Candi Umbul Magelang
Piala Dunia U20 Indonesia
Sekolah Toleransi
Pendidikan Gratis di Jawa Tengah
Bandara Ngloram
Bandara Dewandaru
Karimunjawa
ekonomi jawa tengah
Bulog Jawa Tengah
Candi Borobudur
Tim BPBD Banjarnegara mengecek sistem peringatan dini longsor
Dindik Pekalongan Fokus Hentikan Perundungan Pelajar
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos
Manajemen Risiko Pemerintah Daerah dan Kota
Karantina Observasi Natuna Mahasiswa Asal Jawa Tengah
Pilkada Grobogan Jawa Tengah
Jateng
Liga 1 PSIS Semarang
Pasien Suspect Corona Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah
Ganjar Pranowo lepas ekspor 10 bus tingkat ke Bangladesh
Pilkada 2020
PKB Jawa Tengah
Jateng
Korban Tragedi Sungai Sempor
Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo
karanganyarCandi Ceto
Hujan abu Merapi
Bandara Adi Soemarmo
Dieng Plateau
Penangkapan kurir sabu di Kendal Jawa Tengah
Banjir di Pekalongan
Banjir di Kabupaten Magelang
Jawa Tengah
Pemusnahan Rokok ilegal
Toyota hadirkan teknologi cegah kecelakaan karena salah injak pedal
Hyundai Ioniq Electric resmi menjadi armada baru Grabcar
puting beliung
spbu
ambarawa
edupark semen gresik rembang jawa tengah
Bupati Wonogiri Apresiasi Bank Jateng yang Terus Tingkatkan Pelayanan
Banjir di Purworejo
Jawa Tengah
14 Perguruan Tinggi Bakal Berlaga di Liga Mahasiswa Jateng-DIY
Petugas Gabungan Pantau Keberadaan Orang Asing di Kebumen
Kapal MV Colombus Diizinkan Bersandar di Pelabuhan Semarang
Penyelundupan Sabu dalam Kemasan Sereal ke Lapas Purwokerto Digagalkan
Temukan Fosil Purba
puluhan wWarga Kudus Mendapatkan Kompensasi
Covid-19
Coronavirus
Purwokerto
Covid-19
Kudus
Jawa Tengah
Uskup Agung
Covid-19
Jawa Tengah
Properti
Real Estate
Jawa Tengah
Undip
Coronavirus
Covid-19
Properti
Intiland Development
Kawasan Industri
Properti
REI
Real Estate Indonesia
Coronavirus
DPRD Jawa Tengah
Sukirman
Menara Kudus
Coronavirus
Sunan Kudus
Coronavirus
Covid-19
Purwokerto
Coronavirus
Covid-19
Cegah Coronavirus
Coronavirus
Covid-19
Pati
Covid-19
Pekalongan
Jawa Tengah
TPAKD
Sukoharjo
Bank Jateng
Surakarta
Covid-19
Cegah Coronavirus
Pariwisata
Karanganyar
Wisatawan
Desain Interior
Arsitektur
Properti
Ponsel
Covid-19
Coronavirus
Mobil Listrik
IMATAP
Jawa Tengah
Kawasan Berikat
Bea Cuka
Fiskal
Pasien Meninggal Dunia
RSUD Jepara
Jawa Tengah
Coronavirus
Nusakambangan
Jawa Tengah
PSIS Semarang
Covid-19
Jawa Tengah
Coronavirus
Covid-19
Ilmiah
Demam Berdarah
Purwokerto
Banyumas




Rr. Anne Marie Heidija

Sumber Berita : GoJateng.com
Editor : Rr. Anne Marie Heidija

EPCS Plantations Software

Berita Terkait


Industry Leading Waranty

SDM Unggul Indonesia Maju