SDM Unggul Indonesia Maju

HOME News Wisata

Indahnya Candi Cetho yang Bercorak Hindu di Ketinggian

Selasa, 25 Februari 2020 49

Indahnya Candi Cetho yang Bercorak Hindu di Ketinggian

Foto : Candi yang bercorak agama Hindu ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit

GoJateng.com, Karanganyar. Candi yang bercorak agama Hindu ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit. Letaknya berada di 1496 mdpl, menjadi salah satu candi tertinggi di Indonesia bersama dengan Candi Arjuna, Candi Gedong songo dan Candi Ijo.

Sejarah Indonesia memang tidak lepas dari yang namanya Kerajaan-kerajaan yang mejadi cikal-bakal terbentuknya negara ini.

Berbicara mengena masalah Kerajaan maka, tidak akan lepas dari yang namanya situs bersejarah. Situs-situs ini pun beragam bisa dengan peninggalan prasasti bisa pula peninggalan berupa candi.

Soal Candi, ada sebuah candi yang letaknya berada di atas ketinggian. Tepatnya berada di lereng Gunung Lawu dan dijadikan salah satu tempat sebagai jalur pendakian. Walaupun, jauh dan membutuhkan waktu yang lama karena memutar. Namun, jalur pendakian ini memiliki pemandangan yang sangat mengesankan, dibandingkan dengan Jalur pendakian yang lain.

Tempat yang mengesankan itu bernama Candi Cetho. Candi yang bercorak agama Hindu ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit. Letaknya berada di 1496 mdpl, menjadi salah satu candi tertinggi di Indonesia bersama dengan Candi Arjuna, Candi Gedong songo dan Candi Ijo.

Sejarah Singkat Candi
Pada tahun 1842 Van de Vles membuat sebuah catatan ilmiah mengenai Candi Cetho. Kemudian, A.J Bernet Kemppes melakukan penelitian terhadap apa yang disampaikan oleh Van de Vlies, Kemudian pada tahun 1928, Dinas Purbakala Hindia Belanda menemukan candi ini dengan keadaan terpendam. Kemudian, pemerintahan Hindia Beanda menyuruh seseorang untuk menelitinya kembali.

Saat ditemukan, candi ini berbentuk sebuah reruntuhan dengan 14 teras yang memanjang dari barat ke Timur. Struktur yang bertingkat di duga kuat merupakan kultur budaya Nusantara dengan Hinduismenya.

Pemugaran Candi pertama kali dilakukan pada tahun 1970 oleh Sudjono Humardani yang dahulu menjabat sebagai asisten Suharto. Sudjono mengubah total struktur asli Candi meskipun konsep punden berundak masih tetap dipertahankan.

Rute, Lokasi, dan Harga Tiket Masuk
Candi Cetho berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Menuju ke kawasan ini pun bisa dibilang susah-susah gampang. Wisatawan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta bisa menuju kearah Solo. Dari sini wisatawan menuju kearah karanganyar yang menjadi tempat berdirinya Candi.

Saat tiba di terminal Karangpandan, wisatawan akan dihadapkan pada dua jalur. Jika, wisatawan belok ke kanan, atau mengikuti jalur aspal maka, wisatawan akan pergi mengunjungi Tawangmangu. Menuju ke Candi Cetho wisatawan hanya perlu berjalan lurus ke arah kebun teh kemuning.



Ikuti saja jalan dan petunjuk yang ada di kawasan ini. Setelah melewati jembatan, jalanan mulai menanjak dan juga berliku. Hanya saja, wisatawan tidak perlu khawatir karena, kondisi jalan begitu ramah untuk kendaraan wisatawan semua.

Ikuti saja jalur lurus dan jangan belok ke kanan atau ke kiri. Karena, bila wisatawan belok ke kiri, maka jalanan akan berputar. Lebih baik, wisatawan menempuh jalur menuju Tahura dan alas karet. Wisatawan bisa memanfaatkan kawasan ini untuk beristirahat dan mengambil beberapa sudut wisata alas karet yang mengesankan.

Setelah melanjutkan perjalanan, wisatawan akan tiba di terminal Ngargoyoso, terminal ini digunakan sebagai terminal terakhir bagi wisatawan yang memutuskan untuk naik transportasi umum. Ambil jalur lurus menuju kearah kemuning.

Daya Tarik Candi
Nama Candi Cetho sudah terkenal hingga ke berbagai pelosok. Hal ini terbukti dengan banyaknya komunitas dan para wisatawan yang datang ke kawasan ini. Komunitas yang datang biasanya adalah komunitas sepeda yang memacu adrenalin dan kekuatannya menaklukkan tanjakan cetho yang memang luar biasa.

Kawasan cetho merupakan sebuah pelataran dimana terhampar pemandangan yang sangat menakjubkan. Banyak pula pondok-pondok dan juga situs lingga yoni seperti yang berada di kawasan Candi Sukuh. Jangan kaget, bila ditenpat ini wisatawan akan mencium bau dupa.

Bagi wisatawan yang beragama Hindu, wisatawan pun juga bisa berdoa ditemoat ini yang akan dipandu oleh seseorang, berikut pula disediakan dupa-dupa sebagai salah satu syarat doa.

Selain kawasan Candi Cetho, tempat ini pun juga tersedia Candi Kethek. Candi ini berada di jalur pendakian. Wisatawan yang mendaki melalui jalur ini pasti tahu posisi candi ini. Tetapi, bagi yang bukan pendaki pasti tidak banyak yang tahu tentang candi kethek. Mereka menamakan candi ini sebagai candi kethek karena, di atas candi terdapat mahkota hanuman.

Dalam pewayangan jawa, hanuman adalah sosok kera atau dalam bahasa jawa, kera disebut juga dengan kethek. Candi Kethek ini memiliki pelataran yang sangat teduh dengan bentuk punden berundak di bawah pepohonan yang sangat rindang Candi ini juga digunalan sebagai tempat untuk beristirahat para pendaki.

Selain Candi Kethek, daerah ini juga mempunyai pelataran dewi sarasvati. Dimana patung sarasvati ini merupakan pemberian dari pemerintah Gianyar. Tetapi, pada saat Karanganyar dipimpin oleh bupati Iriana. Patung ini di taruh di kawasan candi Cetho sebagai salah satu daya tarik wisata.

pupuk indonesia
pupuk kujang
pupuk kaltim
HPE
harga patokan eceran
smelter
migas
minerba
tambang
batubara
tambang
papua
freeport
Plantation Takeover
Mediator
Palm Oil Plantations for sale in Indonesia
tambang
biodiesel
b20
Moratorium
Perkebunan Kelapa Sawit
Plantation Directory
kendaraan listrik
motor listrik
macan asia
ePCS Plantation Software
Software in palm oil plantation
batubara
harga acuan batubara terbaru
mineral
pt timah pangkalpinang bangka belitung
sub-surface mining
tambang timah
Teknologi Terbaru untuk Mendorong Produktivitas Industri Pertambangan di Indonesia
Rentan Pencemaran
Perusahaan Tambang Diminta Terapkan CSR Lingkungan
Pilkada Serentak Jateng 2020
Wisata Curug Jenggala Purwokerto
Taman Nasional Karimunjawa Wisata Bawah Laut yang Jelita
Berita tambang terkini Hilirisasi Kunci Dongkrak Pendapatan Industri Tambang Nasional
Pemerintah Minta Perusahaan Tambang Lebih Transparan
Pemerintah Bakal Lakukan Reklamasi Tambang Ribuan Hektare
United Tractors Berencana Akuisisi Tambang Baru
Rawa Pening
sejarah tambang batubara di Indonesia
Tambang
Indonesian Mining Association
Pilkada Serentak Jateng 2020
Pilkada Serentak Jateng 2020
Mobil Baru Harus Servis Setelah Tempuh 1.000 Km
Kirab Keraton baru
Djipang Panolan
Blora
keraton agung sejagad
keraton djipang
kasultanan pajang
Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Meninggal
Agus Ujianto
Dokter bedah
Estimasi Jumlah Pengidap HIV Aids di Jawa Tengah Capai 48.000 Orang
Unnes
Pilpres
Jokowi
Persik Kendal
PSIS Semarang
Pengamat Dukung Langkah Ganjar Pranowo Tolak Pemulangan Eks ISIS
Corona Virus
Covid 19
Jawa Tengah
Candi Borobudur
Candi Umbul Magelang
Piala Dunia U20 Indonesia
Sekolah Toleransi
Pendidikan Gratis di Jawa Tengah
Bandara Ngloram
Bandara Dewandaru
Karimunjawa
ekonomi jawa tengah
Bulog Jawa Tengah
Candi Borobudur
Tim BPBD Banjarnegara mengecek sistem peringatan dini longsor
Dindik Pekalongan Fokus Hentikan Perundungan Pelajar
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos
Manajemen Risiko Pemerintah Daerah dan Kota
Karantina Observasi Natuna Mahasiswa Asal Jawa Tengah
Pilkada Grobogan Jawa Tengah
Jateng
Liga 1 PSIS Semarang
Pasien Suspect Corona Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah
Ganjar Pranowo lepas ekspor 10 bus tingkat ke Bangladesh
Pilkada 2020
PKB Jawa Tengah
Jateng
Korban Tragedi Sungai Sempor
Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo
karanganyarCandi Ceto
Hujan abu Merapi
Bandara Adi Soemarmo
Dieng Plateau
Penangkapan kurir sabu di Kendal Jawa Tengah
Banjir di Pekalongan
Banjir di Kabupaten Magelang
Jawa Tengah
Pemusnahan Rokok ilegal
Toyota hadirkan teknologi cegah kecelakaan karena salah injak pedal
Hyundai Ioniq Electric resmi menjadi armada baru Grabcar
puting beliung
spbu
ambarawa
edupark semen gresik rembang jawa tengah
Bupati Wonogiri Apresiasi Bank Jateng yang Terus Tingkatkan Pelayanan
Banjir di Purworejo
Jawa Tengah
14 Perguruan Tinggi Bakal Berlaga di Liga Mahasiswa Jateng-DIY
Petugas Gabungan Pantau Keberadaan Orang Asing di Kebumen
Kapal MV Colombus Diizinkan Bersandar di Pelabuhan Semarang
Penyelundupan Sabu dalam Kemasan Sereal ke Lapas Purwokerto Digagalkan
Temukan Fosil Purba
puluhan wWarga Kudus Mendapatkan Kompensasi
Covid-19
Coronavirus
Purwokerto
Covid-19
Kudus
Jawa Tengah
Uskup Agung
Covid-19
Jawa Tengah
Properti
Real Estate
Jawa Tengah
Undip
Coronavirus
Covid-19
Properti
Intiland Development
Kawasan Industri
Properti
REI
Real Estate Indonesia
Coronavirus
DPRD Jawa Tengah
Sukirman
Menara Kudus
Coronavirus
Sunan Kudus
Coronavirus
Covid-19
Purwokerto
Coronavirus
Covid-19
Cegah Coronavirus
Coronavirus
Covid-19
Pati
Covid-19
Pekalongan
Jawa Tengah
TPAKD
Sukoharjo
Bank Jateng
Surakarta
Covid-19
Cegah Coronavirus
Pariwisata
Karanganyar
Wisatawan
Desain Interior
Arsitektur
Properti
Ponsel
Covid-19
Coronavirus
Mobil Listrik
IMATAP
Jawa Tengah
Kawasan Berikat
Bea Cuka
Fiskal
Pasien Meninggal Dunia
RSUD Jepara
Jawa Tengah
Coronavirus
Nusakambangan
Jawa Tengah
PSIS Semarang
Covid-19
Jawa Tengah
Coronavirus
Covid-19
Ilmiah
Demam Berdarah
Purwokerto
Banyumas




Joko Yuwono

Sumber Berita : GoJateng.com
Editor : Joko Yuwono

EPCS Plantations Software

Berita Terkait


Industry Leading Waranty

SDM Unggul Indonesia Maju