SDM Unggul Indonesia Maju

HOME News Wisata

Candi Sukuh Keunikan Candi Terakhir Era Hindu

Selasa, 25 Februari 2020 71

Candi Sukuh Keunikan Candi Terakhir Era Hindu

Foto : Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar

GoJateng.com, Karanganyar. Candi di lereng Gunung Lawu ini populer karena arsitekturnya yang unik serta koleksi arcanya yang eksplisit dan bikin ‘salting’ alias salah tingkah.

Mempelajari sejarah tentu lebih menyenangkan jika tidak hanya dilakukan melalui belajar literatur atau buku. Menyusuri situs bersejarah dan belajar langsung dari bukti-bukti yang ada adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Contoh destinasi wisata sejarah menarik adalah Candi Sukuh yang terdapat di Karanganyar.

Candi Sukuh disebut-sebut sebagai generasi candi Hindu terakhir di Indonesia. Candi ini dibangun pada abad ke-15 di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit yang saat itu menjelang masa keruntuhan.

Setelah terbengkalai selama ratusan tahun, kawasan candi kembali direstorasi pada abad ke-18. Sejak saat itu, kompleks candi kembali ditata dengan rapi dan menjadi salah satu destinas wisata andalan Karanganyar.

Arsitektur Candi Sukuh

Candi Sukuh berada di lereng Gunung Lawu dan dikelilingi lingkungan yang masih hijau dan asri. Candi ini dibuat dengan bentuk punden berundak atau teras-teras. Bentuk ini sesuai dengan lokasinya yang berada di lahan miring. Namun, sebenarnya gaya arsitektur candi menyimpang dari aturan pembuatan candi di buku Hindu Wastu Widya, lho.

Bentuk punden berundak ini adalah ciri khas yang membuatnya berbeda dari candi-candi lain di Jawa. Sekilas, candi yang dibuat dari batu andesit merah ini akan mengingatkan pada piramida di Mesir atau kuil di Meksiko. Setiap teras mewakili tahapan menuju Nirwana.

Di teras pertama, terdapat gapura dengan beberapa anak tangga yang berfungsi sebagai gerbang masuk Candi Sukuh. Terdapat relief yang menghiasi tembok sisi kiri dan kanan. Saat ini gerbangnya sudah ditutup dengan pagar untuk melindungi relief di dalamnya.

Teras kedua merupakan gapura kedua tidak utuh dan tidak terlalu tinggi. Terdapat arca Dwarapala yang menghiasi bagian depannya. Sementara teras ketiga adalah area candi induk yang dianggap paling suci. Di teras ini berdiri candi berukuran 15 x 15 meter yang dihiasi sebaran berbagai arca serta relief.

Dikelilingi Taman Asri

Sebelum memasuki kawasan Candi Sukuh, pengunjung diwajibkan mengenakan kain poleng. Kain bermotif kotak-kotak dengan warna hitam-putih ini akan mengingatkan pada kain yang biasa digunakan di Bali. Warna hitam-putih di kain ini ternyata bermakna keseimbangan alam. Pengunjung bisa membayar seikhlasnya ke kotak donasi untuk biaya kain ini.

Begitu memasuki kompleks Candi Sukuh, pengunjung akan disambut oleh jalan setapak yang diapit tanaman layaknya taman. Terdapat beberapa pohon dan tanaman hias di sudut kompleks. Pengunjung bisa mengeksplorasi mulai dari teras pertama hingga teras puncak. Pilihan lainnya, langsung menuju area puncak kemudian menuruni teras satu per satu.

Perlambang Kesuburan

Candi Sukuh dipenuhi relief yang menggambarkan berbagai hal eksplisit. Beberapa di antaranya adalah relief berbentuk lingga dan yoni, relief rahim wanita, maupun relief posisi perempuan dan laki-laki yang cukup erotis. Tidak heran jika candi ini lekat dengan kesan ‘mesum’.

Relief lingga dan yoni yang melambangkan organ reproduksi pria dan wanita terdapat di gapura gerbang masuk. Pahatan simbol kesuburan ini dibuat di lantai gapura untuk dilangkahi oleh siapapun yang masuk kawasan candi. Mereka yang melangkahinya akan dibersihkan dari segala kotoran hingga kotoran hati.

Candi induk yang terdapat di teras ketiga juga konon dibuat untuk menguji keperawanan. Jika seorang perempuan yang perawan mendaki tangganya, maka selaput daranya akan robek dan meneteskan darah. Sementara jika tidak perawan, kain yang dikenakannya akan robek dan lepas.

Penuh Relief dan Arca

Di kawasan Candi Sukuh, tersebar berbagai arca yang menjadi perlambang untuk berbagai hal. Sebut saja arca kura-kura serta garuda dengan sayap terbentang. Arca paling populer adalah yang berwujud manusia tanpa kepala sedang memegang alat kemaluannya. Arca ini melambangkan manusia yang harus mengendalikan hawa nafsunya.

Selain arca, terdapat potongan-potongan tembok batu yang dihiasi relief. Setiap relief mengisahkan cerita yang berbeda-beda, mulai dari siklus kehidupan manusia hingga kisah Mahabharata. Seluruh peninggalan arkeologi ini kondisinya masih sangat baik dan rentunya menarik untuk dipelajari.

Fasilitas Candi Sukuh
Fasilitas yang tersedia di kawasan Candi Sukuh di antaranya fasilitas standar seperti area parkir, toilet, dan mushola. Terdapat beragam kios makanan dan warung kopi yang bisa dinikmati untuk mengusir rasa lapar dan haus. Fasilitas penginapan pun tersedia dengan jenis dan harga yang bervariasi, mulai dari cottage hingga hotel.

Lokasi Candi Sukuh
Candi Sukuh berada di lereng Gunung Lawu, sekitar 50 kilometer dari Solo. Alamat lengkapnya di Jalan Candi Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum.

Bus yang bisa digunakan adalah bus jurusan Tawangmangu hingga Terminal Karang Pandan, dilanjutkan dengan minibus Kemuning hingga Berjo. Jarak dari gerbang masuk hingga lokasi candi sekitar 2 kilometer yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek.

Candi Sukuh
Karanganyar
Hindu




Joko Yuwono

Sumber Berita : GoJateng.com
Editor : Joko Yuwono

EPCS Plantations Software

Berita Terkait


Industry Leading Waranty

SDM Unggul Indonesia Maju