SDM Unggul Indonesia Maju

HOME News Kesehatan

Virus Tidak Bisa Mati, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kamis, 19 Maret 2020 367

Virus Tidak Bisa Mati, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Foto : Ilustrasi Coronavirus

GoJateng.com, Semarang. Virus adalah parasit sangat kecil yang terbuat dari bahan genetik, dibungkus protein dan kadang-kadang lapisan luar membran, yang membajak sel-sel hidup untuk mereproduksi diri mereka sendiri.

Virus ada pada batas dari apa yang dianggap sebagai kehidupan, dan sebagian besar ilmuwan sekarang setuju bahwa mereka bukan makhluk hidup.

Mengutip ScienceFocus.com, sebenarnya virus tidak bisa mati, karena alasan sederhana bahwa mereka tidak hidup sejak awal. Meskipun mengandung instruksi genetik dalam bentuk DNA (atau molekul terkait, RNA), virus tidak dapat berkembang secara mandiri. Sebaliknya, virus harus menyerang organisme inang dan membajak instruksi genetiknya.

Lalu berapa lama virus dapat tetap hidup dan mampu infeksi inangnya? Beberapa jenis virus, termasuk virus influenza, dan HIV AIDS, tidak dapat bertahan lebih dari beberapa jam di luar organisme inang, kecuali disimpan dalam kondisi yang terkendali dengan hati-hati.

Tetapi ada juga jenis virus yang mampu bertahan hingga beberapa tahun. Sebagai contoh, virus cacar yang mematikan, dapat dengan mudah tetap menular selama dua tahun. Para sejarawan sekarang percaya bahwa virus cacar yang tidak aktif yang dibawa ke Australia oleh dokter-dokter Inggris pada tahun 1787 dapat menyebabkan wabah cacar di kalangan penduduk Aborigin dua tahun kemudian.

Bagaimana Cara Virus Menginveksi

Sebenarnya kita terpapar virus setiap hari, tetapi sistem kekebalan tubuh kita mampu mencegah sebagian besar dari virus itu bertahan, terutama yang sudah pernah kita lawan sebelumnya, atau sudah divaksinasi.

Tahap pertama dari suatu infeksi terjadi ketika virus melewati batas fisik kulit dan lendir kita, dan memasuki sel yang sesuai.

Setelah masuk, virus dapat mengambil alih sel dan memaksa sel untuk membuat banyak salinan virus (replikasi), yang merusak sel dan kadang-kadang membunuhnya.

Virus yang baru dibuat kemudian dilepaskan untuk menemukan sel baru lainnya untuk dibajak. Kita sakit ketika virus telah membuat infeksi di banyak sel, dan fungsi tubuh kita yang normal berubah.

Virus sering menginfeksi tempat-tempat tertentu di tubuh kita, di mana kita merasakan efeknya.

Virus Rhino misalnya, menginfeksi saluran udara bagian atas di belakang hidung kita, dan kita merespons dengan bersin dan mengeluarkan ingus (flu biasa). Sementara virus Corona yang muncul pada tahun 2019 (disebut SARS-CoV-2) menginfeksi saluran udara bagian bawah, termasuk paru-paru, yang menyebabkan pneumonia.

Tubuh kita melawan virus dengan menciptakan respons peradangan dan memanggil sel spesialis dari jaringan dan organ kita.

Beberapa sel ini dapat membuat antibodi terhadap virus, beberapa menghancurkan sel yang terinfeksi, dan yang lain membangun memori virus untuk waktu berikutnya.

Saat kita merasa sakit, mengeluarkan ingus, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening misalnya, sesungguhnya disebabkan oleh perjuangan tubuh kita untuk menyingkirkan virus tersebut, dan bukan karena virus itu sendiri.

pupuk indonesia
pupuk kujang
pupuk kaltim
HPE
harga patokan eceran
smelter
migas
minerba
tambang
batubara
tambang
papua
freeport
Plantation Takeover
Mediator
Palm Oil Plantations for sale in Indonesia
tambang
biodiesel
b20
Moratorium
Perkebunan Kelapa Sawit
Plantation Directory
kendaraan listrik
motor listrik
macan asia
ePCS Plantation Software
Software in palm oil plantation
batubara
harga acuan batubara terbaru
mineral
pt timah pangkalpinang bangka belitung
sub-surface mining
tambang timah
Teknologi Terbaru untuk Mendorong Produktivitas Industri Pertambangan di Indonesia
Rentan Pencemaran
Perusahaan Tambang Diminta Terapkan CSR Lingkungan
Pilkada Serentak Jateng 2020
Wisata Curug Jenggala Purwokerto
Taman Nasional Karimunjawa Wisata Bawah Laut yang Jelita
Berita tambang terkini Hilirisasi Kunci Dongkrak Pendapatan Industri Tambang Nasional
Pemerintah Minta Perusahaan Tambang Lebih Transparan
Pemerintah Bakal Lakukan Reklamasi Tambang Ribuan Hektare
United Tractors Berencana Akuisisi Tambang Baru
Rawa Pening
sejarah tambang batubara di Indonesia
Tambang
Indonesian Mining Association
Pilkada Serentak Jateng 2020
Pilkada Serentak Jateng 2020
Mobil Baru Harus Servis Setelah Tempuh 1.000 Km
Kirab Keraton baru
Djipang Panolan
Blora
keraton agung sejagad
keraton djipang
kasultanan pajang
Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Meninggal
Agus Ujianto
Dokter bedah
Estimasi Jumlah Pengidap HIV Aids di Jawa Tengah Capai 48.000 Orang
Unnes
Pilpres
Jokowi
Persik Kendal
PSIS Semarang
Pengamat Dukung Langkah Ganjar Pranowo Tolak Pemulangan Eks ISIS
Corona Virus
Covid 19
Jawa Tengah
Candi Borobudur
Candi Umbul Magelang
Piala Dunia U20 Indonesia
Sekolah Toleransi
Pendidikan Gratis di Jawa Tengah
Bandara Ngloram
Bandara Dewandaru
Karimunjawa
ekonomi jawa tengah
Bulog Jawa Tengah
Candi Borobudur
Tim BPBD Banjarnegara mengecek sistem peringatan dini longsor
Dindik Pekalongan Fokus Hentikan Perundungan Pelajar
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos
Manajemen Risiko Pemerintah Daerah dan Kota
Karantina Observasi Natuna Mahasiswa Asal Jawa Tengah
Pilkada Grobogan Jawa Tengah
Jateng
Liga 1 PSIS Semarang
Pasien Suspect Corona Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah
Ganjar Pranowo lepas ekspor 10 bus tingkat ke Bangladesh
Pilkada 2020
PKB Jawa Tengah
Jateng
Korban Tragedi Sungai Sempor
Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo
karanganyarCandi Ceto
Hujan abu Merapi
Bandara Adi Soemarmo
Dieng Plateau
Penangkapan kurir sabu di Kendal Jawa Tengah
Banjir di Pekalongan
Banjir di Kabupaten Magelang
Jawa Tengah
Pemusnahan Rokok ilegal
Toyota hadirkan teknologi cegah kecelakaan karena salah injak pedal
Hyundai Ioniq Electric resmi menjadi armada baru Grabcar
puting beliung
spbu
ambarawa
edupark semen gresik rembang jawa tengah
Bupati Wonogiri Apresiasi Bank Jateng yang Terus Tingkatkan Pelayanan
Banjir di Purworejo
Jawa Tengah
14 Perguruan Tinggi Bakal Berlaga di Liga Mahasiswa Jateng-DIY
Petugas Gabungan Pantau Keberadaan Orang Asing di Kebumen
Kapal MV Colombus Diizinkan Bersandar di Pelabuhan Semarang
Penyelundupan Sabu dalam Kemasan Sereal ke Lapas Purwokerto Digagalkan
Temukan Fosil Purba
puluhan wWarga Kudus Mendapatkan Kompensasi
Covid-19
Coronavirus
Purwokerto
Covid-19
Kudus
Jawa Tengah
Uskup Agung
Covid-19
Jawa Tengah
Properti
Real Estate
Jawa Tengah
Undip
Coronavirus
Covid-19
Properti
Intiland Development
Kawasan Industri
Properti
REI
Real Estate Indonesia
Coronavirus
DPRD Jawa Tengah
Sukirman
Menara Kudus
Coronavirus
Sunan Kudus
Coronavirus
Covid-19
Purwokerto
Coronavirus
Covid-19
Cegah Coronavirus
Coronavirus
Covid-19
Pati
Covid-19
Pekalongan
Jawa Tengah
TPAKD
Sukoharjo
Bank Jateng
Surakarta
Covid-19
Cegah Coronavirus
Pariwisata
Karanganyar
Wisatawan
Desain Interior
Arsitektur
Properti
Ponsel
Covid-19
Coronavirus
Mobil Listrik
IMATAP
Jawa Tengah
Kawasan Berikat
Bea Cuka
Fiskal
Pasien Meninggal Dunia
RSUD Jepara
Jawa Tengah
Coronavirus
Nusakambangan
Jawa Tengah
PSIS Semarang
Covid-19
Jawa Tengah
Coronavirus
Covid-19
Ilmiah
Demam Berdarah
Purwokerto
Banyumas




Joko Yuwono

Sumber Berita : GoJateng.com
Editor : Joko Yuwono

EPCS Plantations Software

Berita Terkait


Industry Leading Waranty

SDM Unggul Indonesia Maju